Hubungi Kami

POLITIK

Pembagian Paket Sembako Oleh Oknum Caleg Dapil Satu di Desa Rimba Sari, Dilaporkan Ke Bawaslu

Published

on

TEWENEWS, Muara Teweh – Himbauan agar mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk tanpa Hoax, Politisasi Sara dan Politik uang, rupanya tidak berlaku untuk caleg tajir. Seperti yang terjadi di Desa Rimba Sari, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, seorang caleg di daerah pemilihan (dapil) I dilaporkan ke Bawaslu setempat.

Calon anggota dewan ini memosting kegiatan kegiatan pembagian sembako dalam instagramnya. Dalam link video terlihat tanggal 11 Desember 2018. Sang caleg membuat caption “Alhamdullilah Terima Kasih masyarakat Desa Rimba Sari atas…” Tetapi setelah kegiatan itu mulai dipersoalkan, postingan langsung dihapus.

Warga bernama Hison membenarkan, dia telah membuat laporan ke Bawaslu Barut hari Senin tanggal 11 Februari 2019, atas dugaan terjadinya pelanggaran pemilu di Desa Rimba Sari, Kecamatan Teweh Tengah.

“Laporan ini merupakan inisiatif dari masyarakat peduli pemilu yang menginginkan pemilu berjalan demokratis, bersih, jujur, dan adil sebagaimana amanat UU 7/2017 Pasal 523 ayat 1 dan 2,” ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga :   Begini Perjalanan Panjang Seorang Hamdhani Menuju Parlemen

Laporan tersebut, sambung Hison, ditembuskan kepada Ketua Bawaslu Kalteng, Ketua KPU Kalteng, dan Polres Barito Utara. Ia berharap Bawaslu segera menginvestigasi, mengecek, dan memproses sesuai dengan aturan pemilu.

Tewenews.com coba menelusuri jejak pembagian sembako oleh caleg beberapa waktu lalu tersebut dan menanyakan langsung kepada beberapa orang warga di Desa Rimba Sari.

“Ia saya di minta datang ke tempat bapak Anto, untuk mendengarkan sosialisai caleg, disana sudah banyak warga yang berkumpul, pulangnya kami di beri beras 5 kilo gram, minyak goreng, mie instan 5 bungkus,” ujar salah satu warga yang hadir pada saat itu, Senin (11/2).

warga tersebut menambahkan bahwa dirinya sebelumnya tidak tahu akan ada pembagian sembako dari oknum caleg tersebut.

“Di Rt sini hanya orang tertentu saja yang di undang, sebagian yang lain tidak di undang saat itu,” pungkasnya. (Tim)

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian