Pembangunan Rabat Beton di Desa Gunungtelu Kecamatan Karangpucung Diduga Proyek “Siluman”

oleh -182 views

TEWENEWS, Cilacap – Pembangunan Rabat Beton di Desa Gunungtelu Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, diduga proyek “Siluman”. Pasalnya tidak ada terpasang papan nama proyek, padahal kegiatan tersebut hampir selesai, Sabtu (30/11/2019).

Akibatnya, masyarakat setempat sebagai penerima manfaat bangunan dan publik itu sulit untuk menjalankan hak nya untuk memantau dan mengawasi pembangunan tersebut.

Sesuai yang diamanahkan oleh undang-undang, No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan peraturan presiden Perpres No 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas peraturan presiden Perpres No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah,akibat tidak adanya papan nama tersebut publik dan masyarakat tidak mengetahui jumlah pagu anggaran dan voleme kegiatan fisik itu.

Baca Juga :   Sosialisasi Zona Integritas WBBK Menuju WBBM Dan Inovasi Berbasis IT

Kepala Dusun Gunungtelu Bapak Dalam, ketika dikonfirmasi menyebutkan. Untuk kegiatan fisik yg bersumber dari Bantuan Provinsi (BANPROV) senilai Rp. 200 juta dengan volume panjang 258 meter lebar 4 meter tinggi15 meter tersebut di kerjakan oleh beberapa warga lingkungan RT masing masing,dengan sistem swadaya dan sebagian ada yang di bayar.

Baca Juga :   Wartawan Sergap.id Gugat Kepolisian, Terkait Status Tersangka Dirinya

Hal senada juga di utarakan oleh salah satu ketua RT setempat saat di konfirmasi terkait proyek tersebut,dirinya tidak mengetahui tentang plang nama,dan tentang HOK tenaga apa mau di bayar semua atau cuma yang di bayar beberapa orang, Karena pekerjaan ini di kerjakan secara swadaya

Di lokasi kegiatan,saat awak media meliput tidak ada kegiatan pekerjaan,padahal matrial menumpuk,sisa jalan yang belum selesai kurang lebih sekitar 100meter,

Baca Juga :   Pasca Banjir Rob, Aparat TNI Bersama Warga Karya Bakti Bersih-bersih Pantai

Saat awak media berusaha menghubungi kepala desa Gunungtelu kerumahnya,dianya tidak ada di rumah kata tetangganya pak lurah lagi main trabas,begitu juga saat awak media menghubungi kaur pembangunan via TLP,juga susah di karenakan sinyal di wilayah tersebut agak sulit.

Hingga berita ini di tulis dari pihak kepala desa dan kaur pembangunan belum bisa di hubunggi.(Totong)