Pembangunan Rabat Beton di Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu Kualitasnya Buruk ?

oleh -101 views

TEWENEWS, Cilacap – Pembangunan yang berkualitas merupakan harapan masyarakat dan pemerintah, namun sebaliknya jika pembangunan yang dikerjakan tak mengacu pada kualitas yang diharapkan maka akan merugikan masyarakat sebagai pengguna manfaat, Rabu (3/7)

Pemerintah pusat maupun di daerah tak henti hentinya mengucurkan dana besar untuk pembangunan di setiap pelosok perdesaan agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat, seperti anggaran dana desa (ADD), dana desa (DD), bantuan keuangan propinsi, dan kabupaten.

Baca Juga :   Jumat Keliling Polsek Baamang Di Masjid Baabul Jannah Kelurahan Baamang Tengah

Pembangunan infrastruktur di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap yang  telah selesai dikerjakan seperti pembangunan rabat beton di Jalan Dusun SindangrajaRt 05Rw 04, dan mendapat perhatian negatif  dari warga.

Pasalnya  pembangunan rabat beton di lingkungan RT 005/Rw004  tersebut diduga mutunya kurang baik, ditemukan adanya pecah-pecah dipermukaan beton (mengelupas),apalagi sekarang di musim kemarau debu bubuk semen dan pasir bertebaran tertiup angin yang mengakibatkan mengganggu pernapasan pada masyarakat sekitar khususya,umumnya pada pengguna jalan tersebut.

Baca Juga :   Sambangi Warga, Bhabinkamtibmas Natai Baru Bagikan Maklumat Kapolda Kalteng

Menurut masyarakat ketika ditanya media ini menjelaskan, pembangunan rabat beton menggunakan cor molen( mesin molen) namun selang beberapa minggu  kemudian sudah muncul kerusakan di permukaan rabat beton.

Saat dikonfirmasi media, salah satu warga mengatakan bahwa pembangunan rabat beton di wilayah RW 4,tepatnya di lingkungan RT05/04 dusun sindang raja mengatakan, pembangunan rabat beton senilai sekitar Rp 88 Juta tersebut menggunakan anggaran desa (DD)tahap 3 2018 dikarenakan lebih cepat dengan target 12 hari dengan volume 170X1X0,20X2.

Baca Juga :   Danpusterad Kunjungi Markas Korem 071/Wijayakusuma

Pengerjaan dimulai sekitar bulan februari 2019,dan selesai sekitar 9 hari menurut keterangan warga sekitar. Saat di konfrmasi media dari pihak TPK dan pihak Desa seolah olah lempar tanggung jawab masalah jalan tersebut.(Totong)