Pembangunan RPU di Kapuas Belum Dimanfaatkan dan Terkesan Mubazir

TEWENEWS, Kuala Kapuas – Proyek pembangunan RPU(Rumah Potong Unggas) dan IPAL yang dibangun dalam dua tahap dengan total nilai 3,5 miliar rupiah yang terletak di jalan lintas arah Sei Kayu dan dikelola oleh Dinas Pertanian Kapuas tahun 2015 dan 2016 tampaknya belum dimanfaatkan dan terkesan mubazir.

Proyek yang dibangun miliaran rupiah dari dana DAK(Dana Alokasi Khusus) bidang Pertanian yang dilaksanakan kontraktor CV Dua Sahabat Pusat Kuala Kapuas itu seperti terbengkalai dan terkesan mubazir, serta belum dapat digunakan atau dimanfaatkan sebagaimana tujuan awal pembangunannya, karena adanya dugaan tindak pidana kuropsi dan masih dalam tahap proses hukum yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kapuas.

Pantauan tewenews di lokasi tampak bangunan yang sudah dikelilingi semak atau rumput dan akses jalan menuju kesitu ditumbuhi rumput.

Kepala Dinas Pertanian Kapuas Ir Anjono Bhakti MM ditemui diruang kerjanya Selasa(18/6/2019) menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum bisa berbuat apa apa atas keberadaan bangunan tersebut karena masih ditangani kejaksaan. “Kita belum bisa menggunakannya takut nanti disalahkan,” tukas Anjono.

Baca Juga :   Camat Dusun Tengah Harapkan Masyarakatnya Tidak Golput

Pihaknya kata Anjono hanya bisa menunggu permasalahannya sampai selesai karena ada prosedur dan proses yang dilaksanakan oleh pihak kejaksaan.

Pemanfaatan dan kelanjutan pembangunan proyek tersebut menurutnya tetap dipikirkan, apalagi dinas yang dipimpinnya punya program yang terintegrasi dari berbagai bidang yang ada untuk pembangunan pertanian secara luas.

Sebelumnya Senin pagi (17/6/2019) Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Komaidi, yang ditemui belum sempat memberikan tanggapannya atas masalah ini karena harus segera berangkat ke Jakarta karena ada tugas. Kajari mengarahkan untuk menemui Kasi Pidsus Syahrul Arif Hakim. “Untuk masalah teknisnya silahkan temui Kasi Pidsus.” Kata Kajari yang memang kelihatan buru buru mau berangkat.

Sementara Kasi Pidsus Syahrul Arif Hakim yang coba ditemui tewenews.com sampai hari selasa(18/6/2019) belum berada ditempat karena masih berada diluar kota. “Bapak belum datang dan masih di Surabaya,”kata Yanto salah seorang petugas piket di kejari Kapuas.
(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: