Pembangunan SMKN-1 Gunung Timang Masih Meninggalkan Tanda Tanya

oleh -51 views

TEWENEWS,Muara Teweh – Proyek  pembangunan SMKN 1 Gunung Timang ,masih meninggalkan  tanda tanya,apa itu ? masalahnya,di plank proyek tertera biaya pembangunan sebesar Rp 2,3 Miliar,tetapi di surat perjanjian tertulis sebesar Rp2,9Miliar,alias ada selisih Rp600juta.

Dana sebesar Rp2,9 Miliar itu ada disurat  perjanjian kerjasama,Nomor :3526/D5.4/2016  tentang bantuan pembangunan unit sekolah baru SMK Negri 1 Gunung Timang tanggal 17 Juni 2016.

Surat perjanjian  yang ditandatangani oleh Moehammad  Soleh,selaku Kepala Subdit kelembagaan dan sarana prasarana selaku pejabat pembuat komitmen kegiatan pembinaan SMK dan Asliadi,selaku ketua tim pendiri atau kepala sekolah USB SMK 1 Gunung Timang.

Baca Juga :   "Ping Pong" Kasus Dugaan Korupsi SMKN Gunung Timang

Pada pasal 4 di surat perjanjian tentang pembayaran di jelaskan bahwa jumlah dana bantuan untuk SMK Gunung Timang  sebesar Rp2,900Miliar  dengan rincian Rp2,6Milyar untuk pembangunan gedung dan untuk meubelair serta  pengadaan alat praktik dasar sebesar Rp 300juta.

Saat di konfirmasi beberapa waktu lalu,Asliadi selaku ketua tim pendiri atau kepala sekolah USB SMK 1 Gunung Timang menyampaikan bahwa dana untuk pembangunan SMK gunung timang itu berasal dari pusat.

“Surat Keputusan (SK) saya menjabat sebagai kepala sekolah SMKN-1 Gunung Timang mulai berlaku  tanggal 17 Juni 2016 untuk di kandui  bukan di desa ketapang,adapun dana pembangunan itu berasal dari pusat ,mengenai proses sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolah ,saya tidak mengetahui,”ujarnya ,Kamis (3/5).

Baca Juga :   Kasus SMKN 1 Gunung Timang Memasuki Babak Baru

Dijelaskan Asliadi,dirinya hanya sebagai pelaksana pembangunan,mengenai proses usulan untuk mendapatkan dana dan lain sebagainya diakui dirinya  tidak mengetahui.

”Saya hanya menjalankan tugas sebagai kepala sekolah untuk melaksanakan pembangunan,karena sarat untuk mencairkan dana bantuan pusat itu,sekolah harus ada kepala sekolahnya,”ujarnya

Mengenai selisih dana pada plank pekerjaan dan di surat perjanjian, dinyatakan Asliadi,dirinya tidak tahu masalah itu,karena untuk pembangunan dikerjakan oleh  panitia pembangunan sekolah dan komite Sekolah.

Baca Juga :   Babinsa Bersama Warga Antusias, Bersihkan Sampah Lingkungan Taman Bundaran Kota

“Saya kurang mengetahui hal itu,karena untuk pembangunan SMKN-1 Gunung Taimang di kandui ada panitia pembangunan dan pihak komite yang melaksanakannya,”jelas Asliadi.

Sementara Kasat Reskrim Barito Utara AKP Samsul Bahri, saat di sambanggi di ruang kerjanya,Jumat (4/5),menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Nanti akan kita lakukan pemanggilan kepada  pihak terkait untuk dimintai keterangan,sabar saja nanti prosesnya akan kita kasih tahu,”ujarnya(Agustian)