Pemilik Lahan SMKN 1 Gunung Timang, Dua Tahun Menunggu Janji

oleh -44 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Karut marut proyek pembangunan gedung Sekolah SMKN-1 Kandui, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, perlahan terkuak.

Selain diduga ada manipulasi data saat pengajuan pencairan dana proyek, juga ada indikasi penipuan dalam proses persetujuan hibah tanah, dari pemiliknya.

Masluni, pemilik lahan, menegaskan, karena ada kesepakatan itu sehingga dia setuju lahan kebun karet miliknya digarap secara gratis.

“Dua orang mengatasnamakan pihak komite dan sekolah, janji beli tanah dibelakang, bila saya mau hibahkan tanah didepannya,” tegas Masluni.

Baca Juga :   Kasus SMKN 1 Gunung Timang Memasuki Babak Baru

Hingga kini, janji itu tak ditepati. Lahan sendiri seluas kurang lebih satu hektar, masih satu hamparan dengan yang di hibahkan untuk gedung sekolah.

Mereka menjanjikan lahan sisa akan dibebaskan oleh pemerintah. Karenanya, dia rela lahan dihibahkan, meski diatasnya ada tanam tumbuh karet.

“Perjanjian disepakati 2015 silam. Dua orang itu dari Muara Teweh. Mereka  berinisial  S alias E. Temanya A,” ungkap Masluni.

Masluni merasa ditipu, sebab tanah sudah dia hibahkan. Tapi janji membeli tanah sisa untuk bangunan, tidak juga direalisasikan. Padahal bagian kesepakatan.

Baca Juga :   Catatan Akhir Pekan : Anak- anakku, Siswa SMKN 1 Desa ketapang Bersabalah

Terlebih, lahan yang dihibahkan itu bekas kebun karet miliknya. Bahkan kebun karet itu besar andilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Janji dibeli, sehingga dia rela sebahagian dihibahkan.

Baca Juga :   Pertama Kali, Polres Barut Rayakan HUT Bhayangkara di Kecamatan Lahei

“Janji ini saya tunggu dua tahun. Dari A menjabat Kepala sekolah SMKN-1 Muara Teweh. Sekarang dia Kabid Pendidikan Sekolah Dasar di Dikdas) Barut,” jelasnya.

Di lain pihak, sejauh ini  orang yang dimaksud Masluni, belum berhasil dikonfirmasi. Setiap ingin ditemui, selalu tidak berada ditempat.

Hanya saja, ketua tim pembangunan SMKN-1 Kandui, juga mantan kepsek SMKN-1 Gunung Timang, Asliadi, tak membantah keterlibatan S dan A. (tim)