Pemkab Bartim Harapkan Program Inovasi Desa, Mampu Menjadikan Desa Mandiri

oleh -43 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Pemerintah kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Inovasi Kabupaten (TIK) ke-2 Program Inovasi Desa tahun anggaran 2019 di Gedung Pertemuan Umum Mantawara pada Selasa (12/11/2019).

Rakor yang digelar selama dua hari tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Bartim, turut hadiri pula Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) provinsi Kalteng sebagai pemateri, perwakilan dari Diskominfo, TIK Bartim, Camat, Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa dan Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) kecamatan se Bartim.

Baca Juga :   Wabup Habib Saleh : Objek Wisata Diharapkan Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Bupati Bartim Ampera AY Mebas dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Bartim Habib Said Abdul Saleh mengatakan, “Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu desa dalam pelaksanaan pembangunan, baik berupa kegiatan fisik maupun pembangunan manusia, sehingga desa dapat mewujudkan desa yang mandiri, mampu berdaya saing dalam menjawab segala tantangan yang ada”, ucap Habib Saleh.

Mengingat program inovasi ini adalah memberi ruang bagi desa dalam memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang sudah dipercayakan pemerintah dalam memanfaatkan suatu ide dan berinovasi dalam perencanaan pelaksanaan, sampai kepada pertanggungjawaban sehingga bisa ditiru dari sistem inovasi nya oleh orang lain.

Baca Juga :   Inovasi Kades Lebo Dipuji Warganya

Dilanjutkan Habib Saleh, TIK kabupaten dan TPID bersama P3MD yang ada tentunya harus mampu menularkan ilmu kepada masyarakat, agar desa-desa kita di Bartim benar-benar mampu memanfaatkan anggaran yang ada semaksimal mungkin dalam membangun desanya melalui program ini, lanjutnya.

Baca Juga :   Bupati Hadiri Kegiatan Pisah Sambut Kepala Kejari Barito Timur

Untuk pelaksanaan konvergensi kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama atau yang lebih dikenal dengan Stunting Bartim, dalam upaya pencegahan Stunting agar tetap semangat untuk pelaksanaan.

Selanjutnya agar kita bersama-sama bisa menurunkan angka Stunting di Bartim, sehingga kita tidak menjadi lokasi khusus (lokus) Stunting untuk tahun-tahun berikutnya dan generasi kita menjadi generasi yang sehat dan cerdas serta mampu bersaing dalam menghadapi tantangan zaman di era globalisasi, pungkas Habib Saleh. (Ahmad)