Pemkab Cilacap Gelar Lapak Petani

oleh -24 views

TEWENEWS, Cilacap – Pembangunan di bidang pertanian dapat dikatakan berhasil. Salah satu indikatornya adalah apabila ada peningkatan produksi pertanian, tercukupi kebutuhan pangan, serta adanya peningkatan pendapatan para petani.

Sebagai salah satu upaya mendukung pembangunan bidang petanian, khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Cilacap, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menggelar Lapak Petani di alun-alun Kabupaten Cilacap pada hari Jumat dan Sabtu, 3 sampai dengan 4 April 2019.

Lapak Petani diikuti oleh 34 orang petani dari Kecamatan Wanareja hingga Nusawungu dengan produk yang dijual adalah holtikultura sebanyak 24 macam, produk pangan yaitu beras, produk peternakan meliputi susu kambing, telur ayam dan daging ayam.

Pada kegiatan tersebut hadir Bupati Cilacap, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda dan pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.

Baca Juga :   Dalam Rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Via Valen Hibur Warga Cilacap

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, meningkatkan aksesibilitas hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan peningkatan margin atau selisih harga jual hasil pertanian di Kabupaten Cilacap. Disisi lain, masyarakat atau konsumen dapat memperoleh produk pertanian dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih bagus.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, S.P., M.P. menjelaskan bahwa para petani sangat bersyukur diberi kesempatan untuk langsung menjual hasil produksinya kepada pembeli. Mereka berharap untuk bisa dilibatkan dalam kegiatan semacam ini yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya mengatakan bahwa tingginya disparitas harga pertanian, terutama jenis holtikuktura menjadi permasalahan tersendiri. Karena adanya disparitas harga tersebut, ada pedagang perantara yang mendapat keuntungan lebih besar dan membuat harga produk holtikuktura di tingkat pengecer juga tinggi.

“Ironisnya, petani sebagai produsen justru tidak memperoleh peningkatan kesejahteraan dari tingginya harga komoditas pertanian itu,” kata Bupati.

Baca Juga :   Wujud Kepedulian, Kodim Cilacap Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Bingkisan Lebaran

Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Cilacap agar harga produk pertanian dipasaran dapat terjaga dan kesejahteraan petani dapat ditingkatkan.

Selain melalui kegiatan Lapak Petani ini, upaya peningkatan kesejahteraan petani juga dilakukan melalui peningkatan kuantitas maupun kualitas sarana dan prasarana pertanian, sehingga distribusi hasil pertanian akan semakin lancar dan cepat.

Baca Juga :   Pembukaan ETMC 2019, Penonton Panjat Pohon, Panitia Usir Puluhan Wartawan

Pemerintah melalui Dinas Pertanian terus berupaya untuk  memotivasi para petani agar selalu memanfaatkan teknologi produksi pertanian, seperti penggunaan benih unggul,  penanggulangan hama yang tepat, pemanfaatan irigasi, pengolahan panen dan pasca panen, termasuk kemudahan-kemudahan dalam mendapatkan kredit usaha tani.

“Namun demikian, upaya-upaya yang dilakukan tidak akan berhasil secara maksimal tanpa adanya dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mewujudkannya. Saya sangat mengharapkan kepada semua pihak agar selalu menyadari, bahwa upaya peningkatan kesejahteraan petani tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak baik petani itu sendiri, swasta, lembaga-lembaga yang terkait, organisasi masyarakat maupun kelompok tani,” pungkas Bupati.(Totong/Humas Pemda Cilacap)