Pendopo Kabupaten, Simbol Rumah Masyarakat Jombang

oleh -98 views

TEWENEWS, Jombang – Pendopo Kabupaten yang terletak di Jalan Alun- alun Jombang nomor satu Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang, menyimpan sejarah sejak awal pemerintahan di Kabupaten Jombang.

Di pendopo telah terukir sejarah tentang awal mula masa pemerintahan di Jombang sejak dipimpin R.A.A. Soeroadiningrat V (Kanjeng Sepuh) masa jabatan 1910-1930 hingga Bupati Jombang Mundjidah Wahab (2018-2023).

Di dalam Pendopo Kabupaten, hingga kini masih tersimpan beberapa peninggalan lama yang masih dijaga dan tetap terawat. Ciri khas pendapa Jombang adalah pohon beringin kunting yang berusia ratusan tahun. Pohon itu, sudah beberapa kali dipangkas namun hingga sekarang masih tumbuh.

Baca Juga :   Musim Libur Sekolah Sudah di Mulai Berbagai Permainan di Mainkan oleh Para Remaja

Disebut kunting, karena pohon tersebut tidak bisa tumbuh maksimal. Tidak memiliki akar gantung laiknya pohon beringin pada umumnya.

Salah satu budayawan Jombang, Dian Sukarno mengatakan, Pendopo Kabupaten pertama kali dibangun pada era R.A.A. Soeroadiningrat V. Jadi pertama dibangun pada era Kanjeng Sepuh R.A.A. Soeroadiningrat V, setelah mendapatkan beselit alias surat pengangkatan dari batavia yang dibawa oleh penghulu Sumobito bernama Imam Zaid.

Pembangunan Pendopo Kabupaten bersamaan dengan dibangunnya Ringin Tjontong, sekitar Februari 1910, dengan penanaman empat pohon ringin kunting di pendopo dan pembangunan Masjid Jamik Baitul Mukminin.

Baca Juga :   Achmad Hidayat : Laporan LSM untuk Program P3 TGAI Aspirasi DPR RI kepada Kejari Jombang "Cari-Cari”

Lalu, pada era bupati ke-13 Tarmin Hariadi (1988-1993) Pendopo Kabupaten mengalami perombakan setelah adanya pemisahan Kecamatan Bandarkedungmulyo dengan Perak. Beberapa ornamen dan perabotan asli pendopo di bawa ke Balai Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Ciri khas lain dari pendopo, adalah dua bangunan yang berusia sangat lama.
Yakni rumah dinas bupati (bagian belakang) dan pendopo utama yakni bangunan tanpa dinding. Baik rumah dinas bupati dan pendapa memiliki bentuk atap yang hampir mirip. Bentuknya lancip seperti rumah tradisional zaman dahulu.

Baca Juga :   Bripka Yuwanson Rutin Berikan Imbauan Cegah Karhutla Kepada Warga Kec. Kapuas Hilir

Pendopo utama memiliki delapan tiang penyangga. Namun di bagian tengah ada empat tiang berukuran besar. Di atasnya ada sebuah lampu gantung tua yang memiliki bentuk cukup unik. Di bagian kanan pendopo sendiri, masih ada satu set alat gamelan.

Mulai dari kendang, bonang, saron, hingga gong masih tertata rapi. Gamelan itu, ditempatkan di pojok selatan dengan ukiran kayu berwarna emas.

Sedangkan di sisi utara, ada sebuah kentongan yang cukup unik. Kentongan berkepala naga dengan mulut memanjang dengan lubang kentongan. Tingginya sekitar dua meter.(Joko)