Pengadaan Lampu Jalan untuk 127 Desa di Kabupaten Malaka, Diduga ada Penyelewengan Dana Desa

oleh -156 views

TEWENEWS, Malaka – Proyek pengaadaan lampu jalan untuk 127 Desa di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), diduga proyek siluman. Kuat dugaan terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Apa pasalnya ?

Saat musrembangdes kegiatan ini tidak pernah diusulkan paket proyek pengadaan lampu jalan tersebut. Dugaan kuat ini merupakan proyek siluman, sebab masyarakat tidak tahu proyek tersebut bersumber anggaran dari mana.

Ulu Yance , Warga kecamatan Malaka Barat,kepada wartawan, Minggu (25/11/2018) mempertanyakan proyek pengadaan lampu jalan pada 127 Desa di kabupaten Malaka, bisa dikatakan ini proyek siluman. Sebab tidak memasang papan pelaksanaan kegiatan tiba-tiba lampu jalan ini muncul, sehingga kami menilai ini merupaka proyek siluman yang terjadi di Malaka.

“Padahal sangat jelas proyek tanpa papan nama adalah pelanggaran hukum UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang jasa pemerintah.

Baca Juga :   Dua Tersangka Pemilik 9 Gram Sabu Santai Jalani Sidang Perdana di PN Muara Teweh

“Dia menambahkan, kami sebagai warga Kabupaten Malaka seharusnya punya hak untuk mengetahui proyek tersebut bersumber anggaran dari mana, serta nilai (pagu) anggaran dalam kegiatan tersebut berapa banyak. Bukan malah ditutup-tutupi, kami juga punya hak mengetahui tentang anggaran yang direalisasikan oleh pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten kabupaten,”tegas warga tersebut.

Hal serupa disampaikan oleh salah satu kepala Desa di Kabupaten Malaka, Sabtu (24/11) yang enggan mau dituliskan namanya, kepada tewenews.com menceritakan saat musrembangdus, musrembangdes, musrembangcam, bahkan musrembangkab, masyarakat kami tidak pernah usulkan soal pengadaan lampu jalan, akan tetapi saat pencairan Dana Desa pada tahun 2018 pencairan tahap pertama dan kedua, munculah permintaan dari camat kami terkait pengadaan lampu jalan.

“Coba anak wartawan keliling pada 127 Desa di Kabupaten Malaka ini, hampir setiap Desa melakukan pengadaan lampu jalan sebanyak dua unit, dengan nilai per unit Rp27 juta, anehnya saat itu kami di arahkan oleh camat untuk bertemu kontraktor, demi menandatangani proyek pengadaan lampu jalan tersebut.,’ujarnya.

Baca Juga :   Desa Sampirang I, Dianggap Sukses Memanfaatkan Kucuran Dana Desa

Dia menuturkan, begini anak, tapi anak tolong janji, jangan sebut nama desa kami serta nama kecamatan kami, sebut saja umumnya semua desa di Malaka, sebab semua desa memberikan anggaran yang bersumber dari dana desa, serta di kerjakan oleh pemerintah daerah melalui kontraktor yang telah disiapkan.

“Saat pencairan dana Desa tahap pertama bahkan tahap kedua, tiba-tiba ditelpon oleh camat, saat itu camat meminta beberapa desa bertemu seorang bernama “Tuan” di warung bambu kuning, pada kesempatan itu kami diarahkan “Tuan” untuk bertemu salah seorang yang takdikenal namanya, bahkan wajahnya juga sangat asing, saat itu kami diminta untuk tanda tangan serta diminta untuk diam, tidak boleh beritahu kepada siapa saja ketika ditanyakan mengenai anggaran pengadaan lampu jalan tersebut, anggap aja ini proyek bersumber dana dari kabupaten,”jelasnya.

Baca Juga :   Penyakit Kejiwaan Amat Kumat, Warga Kamawen Dibuat Resah

Kami juga bingung, kadang ditelepon oleh nomor baru, dengan pengakuanya ini dari Tipikor polres Belu, bahkan mereka sering meminta segera kirimkan pulsa sebanyak Rp100 hingga Rp200 ribu, anak karena kami takut kami segera suruh staf dengan cepat turuti permintaan mereka itu.

“Anak wartawan silakan tanyakan proyek ini pada okum yang berjulukan “Tuan” di daerah kita ini, sebab onum tersebutlah yang meminta para camat untuk mengarahkan kami bertemu oknum itu, serta bertemu juga kontraktor itu, kami tidak bisa berbuat banyak, kami terpaksa ikuti saja perintah itu anak, bahkan kami diminta untuk diam soal anggran untuk pegadaan lampu jalan ini,”katanya.

Hingga berita ini diturunkan oknum berjulukan “Tuan” serta oknum selaku kontraktor, bahkan camat sekalipun belum sempat di konfirmas.(Beres)