Penjual Kopi Tewas Tercebur Sungai Bengawan Solo, di Seruduk Mobil Box

oleh -53 views

TEWENES, Gresik – Nasib apes di rasakan Ismail (30), warga Bangkalan Madura, saat mengemudikan mobil boxnya menuju ke Kota Gresik. Tiba di Jembatan Sembayat, Mobil Box hendak menyalip  mobil Fortuner W 1506 CE, yang di kemudikan Mas’ud Ashari (64) warga Desa Tambakberas Cerme, Gresik.

Akibatnya seorang pengendara  sepeda motor Bahrul  Mustofa (18), warga Surabaya, beralamat di Dusun Bungah,  tercebur ke sungai  Bengawan Solo. kecelakaan ini terjadi, Selasa (15/1).

Kanit laka Satlantas Polres Gresik, IPDA Yossy Eka Prasetya, mengatakan, “ Saat kejadian berlangsung  tersangka tidak melarikan diri seperti tuduhan sejumlah saksi, melainkan menyerahkan diri secara langsung (pribadi) dan mendatangi Polsek Bungah,“ ucapnya.

Lanjut IPDA Yossy Eka Prasetya, hingga saat ini korban kecelakaan yang terpental dan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, belum di temukan terhitung  sudah 24 jam  proses pencarian  di lakukan, namun  masih belum  membuahkan hasil.

Sebanyak empat perahu  karet dari BPBD Kabupaten Gresik  dan Satpol  Air, di bantu 1 perahu  Pokmaswas, Desa Randuboto, dikerahkan untuk terus mencari pengendara motor, Bahrul Mustofa (18), yang jatuh di sungai Bengawan Solo, dari jembatan Sembayat pukul 11:00 WIB.

Kepala  Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik , Tarso mengatakan, “Empat  perahu karet di terjunkan  dalam proses  pencarian korban, dan sembilan orang petugas  BPBD Gresik, turut  dalam pencarian tersebut,“ ujar Tarso, Rabu (16/1/2019).

Arus sungai Bengawan Solo, cukup deras dan air cukup keruh membuat proses pencarian  mengalami kesulitan. Beberapa kali tim mencari  melakukan teknik  perahu  memutar, namun masih belum  membuahkan hasil .

“Batas waktu  pencarian  sampai  dengan tiga hari,  tapi kita akan lihat  situasinya,” tutur Tarso.

Sementara itu Kepala Desa Randuboto, Andhy  Sulandra mengatakan, sejak pukul 09.15WIB tadi pagi, Dia dan delapan orang  dari Pokmaswas Desa Randuboto, turut dalam proses pencarian korban, ini bentuk solidaritas kami,“ kata Andhy.

“Kami di minta membantu , mengawasi bila korban  muncul di permukaan,” tambah Kades Randuboto.

Di lokasi hingga saat ini banyak warga turut  menyaksikan proses pencarian  ini dari tepi  sungai Bengawan Solo.(Joko)