Perdie M Yosep Hadiri Tanam Padi Lahan Kering Tanpa Bakar Milik Kelompok Tani Pulau Bango Desa Danau Usung

TEWENEWS, Puruk Cahu – Hari Jum’at tanggal 11 Oktober 2019 pukul 08.30 WIB di Desa Danau Usung, Kecamatan Murung Distanik Mura bersama Bupati Perdie M Yosep secara lansunh melaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Padi Lahan Kering Tanpa Bakar di lokasi Kelompok Tani Palau Bango Desa Danau Usung Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya,Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia,Bupati Murung Raya,Wakil Bupati Murung Raya,Kepala Dinas Holtikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Kabupate Murung Raya, Para Asisten Setda Kabupaten Murung Raya, Staf ahli Bupati Murung Raya,Para Kepala Kantor, Badan, Dinas Lingkup Pemkab Murung Raya,Perwira Penghubung Kab, Murung RayaCamat Murung,Kapolsek Murung,Danramil 07 Murung,Kepala Desa Danau Usung; dan,Warga Desa Danau Usung dan desa-desa sekitar.

Tujuan Kegiatan tersebut merupakan inovasi yang dilakukan oleh warga kelompok tani bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabuoaten Murung Raya, melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten. Murung Raya, yang mana hal tersebut bertolak dari adanya Undang Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), Undang Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan aturan-aturan terkait dengan kebakaran hutan dan lahan lainnya, yang pada intinya melarang untuk melakukan pembakaran lahan dan hutan;

Namun Sebelumnya para petani padi khususnya untuk diwilayah Kabupaten Murung Raya terbiasa dengan petani lahan berpindah, yakni para petani yang penggarapan lahannya dengan menggunakan system tebas, tebang dan bakar, yang mana hal tersebut sudah menjadi kearifan local yang dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang suku dayak diwilayah DAS Barito.

Baca Juga :   Setelah Membunuh Suami Istri, Pelaku Gorok Lehernya Sendiri Dengan Mandau

Sehingga aturan terkait larangan pembakaran hutan dan lahan tersebut secara tidak langsung berdampak kepada berkurangnya luasan lahan pertanian dan produksi padi masyarakat yang merupakan komoditi utama diwilayah Kabupaten Murung Raya.

Dalam kesempan sebelum acara berlansung Bupati Murung Raya Perdie M. Yosep, MA menyampaikan sambutanya dia berharap kepada masarakat Murung Raya husuhnya, mulai saat ini masyarakat dapat menyesuikan dengan tuntutan perkembangan situasi saat ini, terutama dengan adanya larangan membakar hutan dan lahan, hal tersebut merupakan tuntutan dari berbagai sisi dan juga untuk kebaikan jangka panjang bagi semua kalangan masyarakat Murung Raya tercinta ini

Bupati Murung Raya kemudian menyampaikan bahwa untuk selanjutnya berharap agar program tersebut nantinya dapat berkembang kearah perluasan areal penanaman tanpa bakar ditempat-tempat lain dengan bimbingan oleh instansi teknis terkait, juga di Kemudian ditambahkan oleh Bupati Murung Raya bahwa memang untuk mewujudkan lahan usaha tani menetap tanpa bakar memerlukan baiaya yang cukup besar, bahkan dibeberapa tempat untuk dapat mewujudkan lahan seperti itu terlebih dahulu harus dikeluarkan dengan membersihkan semak, cabut tunggul, termasuk pengelolaan lahan.

Namun langkah-langkah tersebut perlu dilakukan secara terus menerus agar petani dapat memiliki lahan yang dapat meraka tanami secara berkesinambungan dengan tanaman padi dan tanaman semusim lainnya tanpa harus membakar, Ditambahkan lagi bahwa Buapti berharap pola tanam seperti itu benar-benar menajdi jalan keluar bagi para petani yang selama ini mengalami kesulitan dalam menanam padi akibat adanya kebijakan larangan membakar hutan dan lahan kata dia.(Asmanyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: