Pers Dizolimi, Sorot Pekerjaan Proyek Asal-Asalan

oleh -367 views

TEWENEWS, Kebumen – Miris dan tragis yang menimpa wartawan bidik express salah satu media cetak dan oline di kabupaten kebumen jawa tengah di persekusi dan di intimidasi oleh oknum direktur Aziz pemilik CV YUDHISTIRA PUTRA dan keluarga beserta tetangganya.

Kejadian bermula saat wartawan bidik express datang kerumah aziz yang beralamat di jalan kh.khidayatullah RT02 RW 10.no 25 grenggeng karang anyar kebumen.

Saat itu Kusmiadi kabiro bidik express kebumen datang kerumah aziz untuk menanyakan klarifikasi prihal proyek pengaspalan tambal sulam di jalan arah ke karang bolong kebumen.

Dalam proyek pengaspalan tersebut wartawan bidik express melihat kejanggalan dalam pengaspalan yaitu pengaspalan yang belum berumur 1×24 jam sudah rusak kembali.

Yang lebih parah lagi, aspal yang di gunakan adalah aspal bekas kerukan yang di masak lagi, selain itu batu split dasar aspal bercampur tanah kuning,
Melihat ada kejanggalan dalam pengerjaan ini, wartawan datang ke kantor cv yudhistira putra untuk konfirmasi.

Setiba di kantor cv yudhistira putra kusmiadi bertemu langsung dengan aziz selaku derektur. Kusmiadi menayakan kejanggalan yang terjadi di lapangan, namun derektur cv yudhistira putra malah geram sambil berkata “Ini bukan urusan kamu ini urusan saya dan kamu tidak punya hak menanyakan hal itu kalau mau tanya tanyakan ke dinas PU kebumen karna yang memerintahkan saya dinas PU ( pekerjaan umum)” sambil memaki dan mengusir wartawan.

Di saat bersamaan datang istri dan anak derektur cv yudhistira putra mendorong memaki serta merebut handphone dan ID card wartawan bidik express.

Tiba-tiba warga berdatangan serta melakukan tindakan yang tidak terpuji juga melanggar undang-undang kebebesan pers no 40 tahun 1999 menurut pasal 18 ayat 1 tentang pers yang berbunyi bagi siapa saja melakukan kekerasan terhadap pers dengan ancaman kurungan 2 tahun penjara denda minimal 500 juta rupiah.

Selain itu derektur cv yudhistira putra juga melanggar undang-undang 1945 pasal 170 melakukan kekerasan beramai ramai,

Saat ini peristiwa ini telah di laporkan ke mapolres kebumen untuk di tindak lanjuti.(Totong/Jhon)