Persoalan Listrik Jadi Perhatian DPRD Barut, Kenapa Kecamatan Gunung Purei Tidak di Bahas ?

oleh -16 views

TEWENEWS, Muara Teweh –  Persoalan listrik di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, yakni di  Kecamatan Lahei, dan Kecamatan Montallat, menjadi perhatian penting bagi DPRD Barut untuk menuntaskannya, Tetapi kenapa Kecamatan gunung Purei tidak masuk dalam agenda pembahasan itu, ada apa ?

Hal ini terungkap saat DPRD Barut menggelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing) mengenai pemasangan jaringan listrik ke desa-desa terutama di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat.

Rapat itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Barut, Acep Tion SH, dengan mengundang Manager PT. PLN (Persero) ULP Muara Teweh G. Fathur R dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Barito Utara, Masdulhaq.

Baca Juga :   Polsek Seruyan Tengah Gencar Laksanakan Sosialisasi Saber Pungli Kepada Warga diWilayahnya.

Acep Tion mengatakan, kesimpulan pada Rapat Dengar Pendapat yang di gelar di ruang rapat DPRD Barut, Jumat (12/7/2019) tersebut adalah Schedule pemasangan jaringan listrik di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat akan dilaksanakan pada semester II tahun 2020 san tahun 2021.

” Percepatan pemasangan jaringan listrik di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat (Ring I) akan di tentukan setelah dilakukan survey kedua bulan Agustus tahun 2019,” ujarnya.

Baca Juga :   Komisi I DPRD Sarankan Pemkab Barut Rekomendasi Pembelajaran Tatap Muka

Selanjutnya Acep Tion menjelaskan, jaringan listrik Desa Sikan akan di sambung dari Desa Kemawen, Paring Lahung, Ruji, Rubei, Sikan, Tumpung Laung, Kelurahan Montallat I.

” Untuk mengatasi masalah rawan padam maka jaringan listrik Desa Lemo akan dipindah melalui Bukit Bambu. Kemudian mengenai penerangan lampu jalan sepenuhnya tanggungjawab Dinas PUPR, PLN hanya membantu Pemda memungut pajak 2,5 persen dan menyambung PJU yang sudah ada KWHnya,” jelas Acep.

Pada kesempatan rapat itu juga di ungkapkan Acep Tion, DPRD Barut mengusulkan dibuatkan gardu untuk wilayah Desa Luwe, Jangkang dan Desa Benao.

Baca Juga :   Tekan Penyebaran Covid-19 dan Cegah Kejahatan, Polsek Kapuas Timur Lakukan KRYD di Wilayahnya

Menjadi pertanyaan beberapa pihak mengapa pada rapat itu tidak di bahas masalah ketiadaan  listrik di Kecamatan Gunung Purei, padahal selama ini warga dengan jumlah penduduk kurang lebih 681 jiwa dengan luas wilayah 135,30 kilo meter persegi itu tidak pernah menikmati listrik yang seyogyanya di sediakan oleh negara. (TiM)