Personil TNI Koramil Kedungreja Latih Anggota Paskibra dan Latih PBB Karyawan Swasta

TEWENEWS, Cilacap – Jelang pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74, Personil TNI Koramil 12/Kedungreja yang dipimpin Serka Untung Turijo terus memberikan pelatihan kepada 33 anggota Paskibra dari SMA Negeri Patimuan di di Lapangan Gelora Desa Patimuan Kecamatan Patimuan, Rabu (14/8).

Dalam pelatihannya, Serka Untung Turijo didampingi Serda Wagirun dan dua personil dari Polsek Patimuan Bripka Sigit Purnomo dan Bripka Jarot Prastyo Wibisono S.H. Pelatihan ini sendiri telah dilakukan sejak tanggal 22 Juli 2019. Dengan latihan ekstra ini diharapkan anggota Paskibra ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik pada upacara pengibaran bendera Merah Putih peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74 di tingkat Kecamatan Patimuan.

” Kita ingin pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74 nanti berjalan dengan baik dan lancar, untuk itu hari ini kita melaksanakan gladi kotor dan selanjutnya akan kita laksanakan gladi bersih keesokan harinya, ” terang Serka Untung Turijo.

Dihari yang sama, Bati Tuud Koramil 12/Kedungreja Pelda Mislam bersama Serka Mudaim juga memberikan latihan PBB kepada karyawan perusahaan Boneka WKM yang berada di Desa Bangunreja. Pelaksanaan latihan PBB dilaksanaakan di Lapangan Desa Bangunreja, Kecamatan Kedungreja.

Menurut Pelda Mislam, latihan ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan. Tidak hanya melatih PBB, disela-sela kegiatannya juga disampaikan tentang wawasan kebangsaan. Hal itu guna untuk menanamkan jiwa patriotisme, meningkatkan Bela Negara serta kecintaan terhadap tanah airnya.

” Dan pemberian materi ini juga untuk membentengi diri dari pengaruh negatif kemajuan teknologi informasi, agar para remaja tidak terjerumus dengan berbagai kenakalan yang diakibatkan seringnya membaca dan melihat situs-situs yang gampang ditiru, seperti pergaulan bebas, ugal-ugalan dan narkoba,” kata Pelda Mislam.

Menurut dia, tindakan kriminal juga bisa disebabkan karena ketidak pemahaman akan Bela Negara yang berakibat akan membahayakan bangsa dan negara. Harapannya, mereka bisa mengingat kembali sejarah bangsa Indonesia yang sudah ditorehkan oleh pendahulu kita,” Pungkasnya.(Totong/Urip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: