Pesangon PHK Karyawan Belum Beres, Pengurus Serikat Buruh Adukan PT. SEM Ke Disnakertran Bartim

oleh -212 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Pesangon mantan karyawan PT. Senamas Energindo Mineral (SEM) salah satu perusahaan yang tergabung dalam Rimau Grup, yang sudah sudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum dibayarakan pihak perusahaan, Pengurus Serikat Buruh Federasi Hukatan-KSBSI SEM mengadukan perusahaan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Barito Timur provinsi Kalimantan Tengah.

Pengurus Serikat Buruh Federasi Hukatan-KSBSI PT SEM Bidang Perselisihan Hubungan Industrial Arbani mengatakan “Perusahaan dalam melakukan PHK kepada anggota kami harus sesuai Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan”, ucapnya Selasa (19/05/2020).

Dalam UU tersebut aturan PHK sudah jelas, namun pihak perusahaan melakukan PHK dan persetujuan bersama jauh dari apa yang diamantkan UU Ketenagakerjaan, itulah yang membuat kami menuntut ke Disnakertran ini.

Dari daftar uang pesangon yang akan diberikan pihak perusahaan kepada anggota kita seperti borongan, harusnya ada rincian, uang pesangon, penghargaan masa kerja, pergantian hak dan yang lainnya.

Diungkapkan Arbani, anggota Serikat Buruh yang di PHK pada tahap pertama ada 12 orang dan tahap kedua ada 3 orang, semuanya belum selesai pesangonnya. Dari 15 orang tersebut, semuanya masih belum ada yang dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Kalau yang 12 orang yang kemaren, sudah ada hasil mediasi oleh Disnakertran mengatakan bahwa memberi waktu sepuluh hari kepada pihak perusahaan untuk memberikan uang PHK mereka sesuai UU Ketenagakerjaan, harusnya kali dua karena alasan PHK nya untuk efisiensi.

“Ada juga dari karyawan yang tidak menyimpan copy kontrak kerjanya, bisa dikurangi satu tahun masa kerjanya, misalnya karyawan mulai kerjanya tahun 2012, dihitung perusahaan kerjanya oleh perusahaan dari 2013”, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Disnakertrans Batim Darius Adrian menerangkan “Apabila pihak perusahaan akan merumahkan atau melakukan PHK karyawannya, tolong disampaikan ke pihak kita Disnakertran, namun perusahaan tidak menyampaikan kepada kami”, terangnya.

Pada Video Conference (Vicon) minggu lalu ternyata Rimau Grup yang tergabung beberapa perusahaan termasuk PT SEM, telah mem PHK karyawannya sebanyak 117 orang dan yang dirumahkan 41 orang.

“Sampai saat ini saya nyatakan bahwa laporan kesepakatan antara pihak perusahaan dengan pekerja tidak ada disampaikan kepada kita, sehingg wajar saja para pekerja melaporkan hal tersebut kepada kita karena tidak ada kepastian”, pungkas Darius.

Sementara itu manajemen PT. SEM saat akan dikonfirmasi masih belum ada memberikan keterangan, karena sedang miting ucap salah satu staf dikantor PT. SEM hingga berita ini dinaikan. (Ahmad Fahrizali)