Petugas Bea Cukai Aceh dan Sumut Gagalkan Penyeludupan 40 Ton Rotan Ke Luar Negri

oleh -15 views

TEWENEWS, Belawan  – Petugas Bea Cukai Aceh dan Sumut dalam operasi patroli laut terpadu jaring Sriwijaya 2019 berhasil mengagalkan sebanyak 40 ton rotan komoditas ekspor yang dimuat dalam kapal KM Bintang Kejora, tujuan pelabuhan Pulau Penang Malaysia, yang dikemas dalam 83 bunale.

Keberhasilan pengagalan ekspor rotan selundupan itu dipaparkan pihak Kanwil DJBC Sumut dihalaman dermaga Kanwil DJBC di Jalan Karo Belawan, pada Selasa (25/06/2019) sore.

Dalam paparan tersebut dijelaskan, kalau kapal bermuatan rotan sebanyak 40 ton itu diketahui berasal dari Sungai Iyu Kecamatan Bemdahara, Aceh Tamiang diperkirakan bernilai Rp 680 juta.

Baca Juga :   Pimpin Upacara Awal Bulan Agustus, Kasdim Cilacap Bacakan Amanat Danrem 071/WK

Semula kapal patroli BC 10002 melakukan pengejaran terhadap KM.Bintang Kejora berdasarkan adanya informasi dari masyarakat.  Selanjutnya petugas melakukan pencegahan dan pemeriksaan awal terhadap para awak kapal hingga diketahui ada muatan rotan yang tak tercantum dalam dokumen kepabeanan yang sah.

Diantaranya Pemberiatahuan Ekspor Barang (PEB) mau pun surat dari karantina tumbuhan sehingga petugas dengan surat bukti penindakkan melakukan penyegelan selanjutnya para awak kapal beserta muatannya digiring ke dermaga Pangkalan DJBC di Belawan untuk dilakukan proses pemeriksaan mendalam dan penyidikan. Ke enam tersangka awak kapal KM.Bintang Kejora diamankan.

Baca Juga :   PT Pelindo I Serahkan Dana PKBL Ke Masyarakat

Selanjutnya nahkoda kapal berinisial R (54 tahun) dan lima awak kapal ditahan di RutanKelas II B Labuhan Deli, Medan. Menurut petugas kegiatan ekspor rotan dalam bentuk utuh atau tanpa diolah dilarang ekspor sesuai adanya peraturan menteri perdagangan RI No 44/M-DAG/PER/7/2012 tertanggal 18 Juli 2012 tentang barang dilarang ekspor.

Baca Juga :   Wujud Kepedulian, Babinsa Berikan Bendera Merah Putih Kepada Kantor Pos Kesugihan

Atas perbuatan melanggar peraturan itu para pelaku dijerat denganpasal 102 A huruf (a) UU RI nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Dengan sanksi hukum penjara 1 tahun dan paling lama 10 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 50 miliar.(kamaluddin pasaribu)