Pingsan Dengan Leher Penuh Cupang, Siswi SMA Bartim di Perkosa Pacarnya sendiri

oleh -497 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Warga Tabuk, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah. Kabupaten Bartim, dibuat geger ada siswi masih bersergam sekolah SMA pingsan, di teras rumah salah seorang warga dengan leher penuh cupang, Selasa, 8 Januari 2019 lalu, ternyata siswi tersebut korban pemerkosaan pacarnya sendiri.

Kejadian dugaan pemerkosaan itu terkuak setelah ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke Spkt Polres Bartim. Mendapat laporan anggota langsung bergerak dan  di peroleh bukti yang cukup kuat oleh Satreskrim Polres Bartim, Unit Reskrim Polsek Pematang Karau, Unit Reskrim Polsek Dusun Tengah dan dibantu Opsnal melaksanakan penangkapan terhadap pelaku disekitar Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah Bartim, Rabu (9/1).

Korban yang bernama Mawar ,17 tahun (nama samaran_ red) warga disalah satu desa di Kecamatan Pematang Karau, Bartim harus kehilangan keperawananya oleh Kumbang ,17 tahun (nama samaran_red) warga Kecamatan Dusun Tengah, Bartim di kebun Karet dijalan menuju desa Pinang Tunggal Desa Bararawa.

Baca Juga :   Bupati Barito Timur Himbau SOPD Agar Laksanakan Gotong Royong

Kini pelaku yang beprofesi sebagai penjual beras di Ampah yang merenggut keperawan mawar harus menanggung akibatnya ia harus merasakan dinginnya teruji besi dipenjara.

Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy, melalui Kasat Reskrim AKP Andhika Rama, Saat dikonfirmasi melalui Henpon Seluler Jumat, ( 11/1/2019) membenarkan bahwa sudah mengamankan pelaku yang diduga kasus perlindungan anak yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pematang karau.

Dirinya menjelaskan, Pada hari Selasa tanggal 08 Januari 2019 pukul 12.00WIB terlapor dan korban yg memiliki hubungan berpacaran, korban dijemput saat pulang sekolah dan diajak jalan-jalan kearah Jalan Desa Pinang Tunggal, Desa Bararawa Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur, Kalteng.

Baca Juga :   dr. Jimmy Hutagalung, Himbau Masyarakat Waspada Penyakit Ispa dan DBD

Saat ada di TKP, korban diajak masuk kearah kebun karet, dan di TKP terlapor mencium korban dibagian bibir, leher dan payudara korban, tangan terlapor mengarah ke alat kalmin korban dan saat akan membuka rok yg dikenakan korban. Namun korban menolak dan mengatakan “JANGAN, JANGAN” namun terlapor tetap memaksa dan berupaya merebahkan korban.

Terlapor tetap memaksa dan memegang erat tangan kanan korban, terlapor memaksa membuka celana dalam korban dan terlpaor juga membuka celananya, setelah itu terlapor mengarahkan alat kelaminnya ke arah alat kelamin korban.

Setelah selesai melakukan persetubuhan dengan korban, terlapor segera mengenakan pakainnya dan juga korban. Seteah itu, kemudian tiba-tiba korban pingsan dan karena takut, terlapor membawa korban kearah Ampah dan dititipkan dirumah warga.

Baca Juga :   Kejari Mura Selamatkan Uang Negara 348 Juta Dari Dugaan Korupsi DD dan ADD di Desa Olung Balo

Selanjutnya terlapor pergi dan meninggalkan korban untuk menjemput orang tua korban. Setelah itu, selang beberapa jam datang orang tuanya dan langsung membawa korban ke Puskesmas Ampah.

Kemudian korban menceritakan hal yang telah dilakukan terlapor terhadap korban. Orang tua korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Spkt Polres Bartim.

“Pelaku dan barang bukti seperti pakaian korban (seragam sekolah dan pakai dalam) dan pakaian pelaku sudah kami amankan untuk keperluan lebih lanjut. Untuk pasal kita kenakan pasal
Pasal 82E uu 35/2014 tentang perlindungan anak,” pungkasnya.(Tim.