PN Palangka Raya Periksa Tiga Saksi Kasus Guru Palsukan Absensi

oleh -259 views
Terdakwa saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kalteng.

TEWENEWS, PALANGKA RAYA – Guru Sekolah Dasar Negeri 1 Sampirang I Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara berinisial BJ pria paruh baya berumur 52 tahun menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Senin, 11 Oktober 2021.

“Hari ini merupakan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak tiga orang , terdakwa ini mengambil gaji namun tidak melaksanakan tugasnya sebagai guru,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Barito Utara Rahmadani usai persidangan.

Baca Juga :   Sebanyak 40 Persen Penduduk Barut Berpendapatan Rendah

Hal itu, kata Rahmadani, dakwaan yang telah kepada BJ dari keterangan saksi telah terbukti sebagian di persidangan dan pada minggu depan akan dilanjutkan dengan agenda saksi ahli.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa BJ telah merugikan keuangan negara senilai Rp 295.258.770.

BJ tidak mengajar sejak bulan Juli Tahun 2016 sampai dengan November 2020 dan tetap mengambil gaji. Gaji ditransfer ke rekening terdakwa sehingga dapat diambil melalui ATM.

Baca Juga :   Komunikasi Untuk Menjaga Hubungan Baik Harus Terus Dilakukan

Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Barito Utara dengan Nomor: 713.1.5/28/LHP-RIKSUS/2021 tanggal 25 Juni 2021 tentang Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Dugaan Penyelewengan Pembayaran Gaji Dan Tunjangan Guru Terpencil Di SDN-1 Sampirang I, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, mengindikasikan adanya kerugian keuangan negara.

Baca Juga :   Ungkap Spesialis Curanmor, Polisi Bekuk 6 Pelaku Dua diantaranya Dilumpuhkan Timah Panas

Jaksa Penuntut Umum menjerat Bijuri dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20/2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana. (AP/AR/Iskandar)