Hubungi Kami

Berita

Polda NTT Dukung Gubernur NTT Legalkan Minuman Keras Lokal Sopi dan Moke

Published

on

TEWENEWS, Kupang – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat akan melegalkan minuman keras (miras) produksi lokal NTT. Kebijakan melegalkan miras lokal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa akan diolah secara baik untuk diekspor keluar negeri.

Terhadap kebijakan melegalkan miras lokal ini, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur menyatakan mendukung penuh.

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast pihak Kepolisian Daerah NTT mendukung rencana dan kebijakan Gubernur itu.

“Pada prinsipnya, Polda NTT mendukung sikap dan kebijakan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengatur peredaran minuman keras produksi lokal NTT dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Jules

Dukungan ini diberikan, lanjut Jules, karena rencana dan kebijakan Gubernur NTT ini dinilai dapat memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat sekaligus dapat mengurangi dan menekan angka kriminalitas yang terjadi di masyarakat.

“Kebijakan ini bukan untuk membiarkan peredaran miras lokal secara tidak terkontrol, terapi lebih kepada mengelola dan mengolah miras sehingga dapat dibuat berstandar sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan secara klinis,” tambah mantan Kapolres Manggarai Barat ini.

Miras lokal juga akan diatur pemasarannya secara baik sehingga peredarannya tidak “asal jual” di pinggir-pinggir jalan.

“Jadi miras lokal ini akan diolah secara profesional dan dipasarkan juga secara profesional, misalnya diatur kadar alkoholnya, diatur tempat jualnya serta ijin dan sebagainya,” tambahnya.

Selama ini, lanjut Jules, miras lokal yang diproduksi tidak diatur dan diukur dengan standar-standar klinis tertentu dan dipasarkan secara luas oleh masyarakat dalam kemasan yang tidak dibuat profesional.

Sehingga, harapannya dengan adanya standar semacam ini, tingkat kriminalitas yang terjadi akibat konsumsi miras yang berlebihan dapat ditekan karena miras yang beredar telah diatur kadarnya oleh badan yang berkompeten.

Seperti diketahui, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat berencana melegalkan minuman beralkohol atau minumal keras (miras) asal NTT.

Miras lokal dimaksud akan diolah menjadi baik untuk diekspor ke luar negeri. Menurut Gubernur Viktor, proses pengolahan miras berkualitas diawali dengan penelitian. Ada lima profesor perempuan yang meneliti miras asal NTT seperti Arak/Moke dan Sopi.

Baca Juga :   DPRD Dukung Masyarakat Menolak Rencana Penutupan TN Komodo

Viktor menegaskan, jika ada yang mau larang untuk memproduksi minuman keras lokal, berarti dia adalah penjahat ekonomi yang ingin menjajah warga, karena tidak ingin produk lokal berkembang.

“Kita harapkan ke depan kita punya industri pengolahan minuman keras lokal ini bisa bertumbuh dengan baik dan kita akan lihat NTT bangkit dan rakyat menjadi sejahtera,” tandasnya.

Penguji Terbaik Miras

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut dirinya sebagai salah satu pengetes minumal beralkohol yang terbaik.

Hal itu disampaikan Viktor menyusul rencana dia mengolah minuman keras asal NTT menjadi baik untuk diekspor ke luar negeri. Saya ini teliti Moke (minuman keras asal Pulau Flores), supaya kita kirim ke luar negeri,” ucap Viktor

Menurut Viktor, ada lima profesor perempuan yang meneliti minuman keras beralkohol di NTT seperti Moke dan Sopi.

Setelah para profesor melakukan penelitian, lanjut Viktor, mereka lalu mengundang dirinya untuk mengetes atau mencoba minuman keras tersebut.

“Terus terang saja saya ini salah satu tester (pengetes) alkohol terbaik,” kata Viktor.

Viktor bahkan menyebut, jika ia mencium bau alkohol saja, dia langsung tahu kualitas minuman keras tersebut.

Keinginan Viktor tersebut lantaran banyaknya minuman beralkohol asal sejumlah negara yang masuk bebas di Indonesia, dengan kualitas yang setara dengan minuman keras lokal asal NTT.

Viktor secara tegas mengatakan, jika ada yang mau larang untuk memproduksi minuman keras lokal, berarti dia adalah penjahat ekonomi yang ingin menjajah warga, karena tidak ingin produk lokal berkembang.

“Kita harapkan ke depan kita punya industri pengolahan minuman keras lokal ini bisa bertumbuh dengan baik dan kita akan lihat NTT bangkit dan rakyat menjadi sejahtera,” tutupnya. (Beres)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian