Polisi Buru Dua Terduga Pembunuh Nini Jiran

oleh -6.626 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Barito Utara secara resmi menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) dua orang terduga pelaku pembunuhan Nini Jiran (Hj. Kamriah)

Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma SIK melalui Kasat Reskrim AKP M. Tommy Palayukan membenarkan penetapan dua orang terduga pelaku pembunuhan ini, yakni Reviyani (24) dan Hajriannor (28) yang diketahui sama-sama warga RT 23 Kelurahan Jingah Kecamatan Teweh Baru.

“Iya bang, keduanya telah ditetapkan DPO dan kita masih mencari kedua terduga pelaku pembunuhan tersebut,” kata Kasat Reskrim saat dikonfirmasi via Whattsap, Jum’at (11/6/2021) sore.

Menurutnya, aparat telah mengantongi sejumlah bukti yang mengarah kepada kedua pelaku pembunuhan ini.

Sebelumnya diberitakan, Suradianto Alias Didi anak bungsu korban menceritakan kronologis sebelum mayat ibunya ditemukan, ia merasa ada yang janggal pada dirinya saat itu, hatinya merasa tidak nyaman biasanya ibunya sudah pulang pada siang hari dari kebun.

“Biasanya pukul 11.00 WIB sudah pulang, keponakan saya orang yang biasa antar jemput, keponakan bercerita kenapa Datuk belum pulang, biasanya kan pukul 11.00 WIB sudah pulang ujarnya sambil menirukan kata kata keponakannya, saya jawab biar aja dulu mungkin lagi ada yang dikerjakan,” ujarnya kepada tewenews.com dirumahnya, Kamis (10/6/2021) malam setelah selesai acara penguburan jenazah.

Baca Juga :   Aipda Manggala Toga Sampaikan Pesan Saber Pungli Kepada Sejumlah Pengajar di SDN 1 Lahei

Lalu, merasa tidak kabar didi berangkat langsung mengecek ke kebun milik ibunya di jalan sosial Rt. 5 Kelurahan Jingah (Menuju Desa Trahean – Trinsing) tepatnya di belakang SDN – 3 Jingah, Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, dikarenakan nomor teleponnya tidak aktif.

“Dihubungi tidak aktif HPnya sampai Ashar saya langsung berangkat ke kebun, masuk kedalam, lalu ketemu keponakan saya yang sedang mencari ibu, lalu saya bilang keluar aja dulu kalian nanti saya yang akan mencari ke kebun”, terangnya.

Sesampainya di pondok di tempat persinggahan, Didi mengatakan dirinya masih belum ada kecurigaan.

“Melihat bekas makannya masih ada, sepatu yang dipakai berkebun pun juga masih ada namun hanya Tas lanjung (Tas rotan khas suku dayak) nya aja yang tidak ada,” imbuhnya.

Baca Juga :   Bersinergi Dengan Koramil Lahei, Polsek Lahei kembali Gelar Ops Yustisi di Jalan Pembangunan

Merasa bahwa tidak ada yang orang saat itu, dan tidak menemukan ibunya didi pun keluar menuju jalan aspal.

“Saya keluar ke jalan aspal sendiri, ketemu dengan keponakan saya, saya ceritakan bahwa tidak bertemu dengan ibu saya di kebun itu”, imbuhnya.

Sebelumnya, Didi ingat bahwa ibunya pernah bercerita bahwa dirinya pergi ingin berurut (Pijat) di dekat Masjid.

“Saya tanya kepada orang di dekat masjid kalau beliau ingin berurut (Pijat), saya kira ibu saya ingin berurut (Pijat) di dekat masjid masalahnya sebelumnya itu dia ngomong ingin berurut (Pijat) lalu di sana tidak ada beliau,”ucapnya.

Merasa tidak menemukan ibunya Didi pun kembali lagi ke kebun dengan keponakannya mencari ibunya, setelah sampai di pondok di tempat persinggahan mereka pun berpencar.

“Curiga saya sudah, masuk lagi kami mencari ke kebun, sampai di tempat persinggahan di kebun karet itu, di tempat biasanya beliau sering makan, kami pun berpencar ke samping menuju arah sungai, jadi waktu ke samping itu saya sendiri, kebetulan waktu saya sendiri ketemu dengan ibu saya sudah dalam posisi tertelungkup, lalu datang yang lainnya”,katanya.

Baca Juga :   Inilah Pesan Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Timang Dengan Gunakan Media Spanduk

Lanjut Didi dirinya saat menemukan jasad ibunya, tas selempang yang sering dipakai korban sudah tidak ada isinya.

“Yang ada cuman wadai (Kue kering) roti biskuit dan obat nyamuk, pahat dan barang yang lainnya saya tidak ketemu lagi kalau yang ada di TKP nya saat di dekat kebun karet dalam posisi tertelungkup”, pungkasnya.

Korban selalu menyimpan dan membawa barang berharga miliknya. hal itu diungkapkan oleh putra tertua korban RusdI Kamis (10/6/2021) siang,Ia menyampaikan, emas milik korban dengan berat kurang lebih 70 gram raib. Emas tersebut selalu dibawa oleh korban.

Menurut perkiraan korban dibunuh sekitar pukul 08.00 WIB. “Karena saat jasadnya ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB masih keluar darah dan pada bagian mata sudah dikerubungi lalat,” ujar Rusdi.

Bukan itu saja, keluarga juga melihat pada tubuh korban terdapat luka di bagian punggung dan muka. “Saya minta jika pelaku ditangkap, bisa dapat hukuman setimpal dengan perbuatannya,” katanya.

(TWN2/Iskandar)