Polisi Pastikan Pengusutan SMKN Kandui Berlanjut

oleh -57 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Kecemasan publik terhentinya pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan SMKN-1 Gunung Timang, terjawab sudah. Polres Barito Utara memastikan penyelidikan masih berlanjut.

“Pengusutan masih berlanjut. Kini tahap penyelidikan,” ungkap Kasatreskrim Polres Barut, AKP Syamsul Bahri, mewakili Kapolres Barut AKBP Dostan Matheus Siregar, via pesan WhatsApp, Jumat (29/6/2018).

Merujuk Pasal 1 angka 5 KUHAP, penyelidikan serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana. Guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.

Baca Juga :   Sebanyak 174 ASN Diambil Sumpah, di Wanti wanti Bupati agar Profesional

Numun dalam hal itu, Kasatreskrim Polres Barut, tidak secara detail menyebutkan sejauh mana hasil penyelidikan. Termasuk potensi ada tidaknya tindakkan pidana dalam mekanisme pembangunan SMKN Gunung Timang.

“Tunggu saja, pengusutan kasus ada mekanismenya. Demikian juga tengat waktu ada ketentuannya sesuai undang-undang. Kalau memang memenuhi unsur pidana, kasus ini pasti kita usut tuntas,” tegas Kasat Reskrim Polres Barut.

Di lain pihak, gonjang ganjing pekerjaan proyek pembangunan gedung SMKN-1 Kandui, diharapkan menjadi perhatian serius institusi penegak hukum. Kuat dugaan ada “Dalang” dalam proses diterbitkannya SK kepala sekolah definitif.

Baca Juga :   "Ping Pong" Kasus Dugaan Korupsi SMKN Gunung Timang

Dalam hal itu, kisruhnya pembangunan SMKN-1 Gunung Timang, di wilaya Kabupaten Barito Utara, sendiri, mencuat, setelah sejumlah warga Desa Ketapang, menggugat bangunan didirikan di Desa Kandui.

Sebab, disetujuinya alokasi anggaran oleh pemerintah pusat, berdasarkan data SMKN Ketapang, yang dikirim via proposal kepada Subdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Warga menuding, ada dua nama (E) dan (A), dianggap sebagai pihak yang mengalihkan lokasi bangunan. Seharusnya di Desa Ketapang, namun justru dibangun di Desa Kandui. Belakangan SMKN di Kandui tersebut beralih status menjadi SMKN-2 Kandui.

Baca Juga :   Lima Bulan Lebih Tutup, Armani Karaoke  Direkomendasi Buka Kembali

“Memang, SK kepala sekolah definitif sebagai syarat persetujuan anggaran pembangunan SMKN-1 Kandui, di Gunung Timang. Jadi saya tidak mengerti bila permohonan atasnama SMKN-1 Ketapang,” kata mantan Kepsek SMKN Kandui, Asliadi, saat itu.

Asliadi sendiri sudah dipindah tugaskan ke Muara Teweh, sebagai Kepala Sekolah SMKN-1 Muara Teweh. Meski menolak menyebutkan pihak lain penyebab kisruh ini, namun Asli tak membantah keterlibatan dua orang penting, yang dianggap dalang rekayasa prosedur proyek tersebut. (tim)