Polres Barut Fasilitasi Pertemuan Tokoh Adat Bahas Ritual Wara

TEWENEWS, Muara Teweh – Polemik di kalangan umat Kaharingan tentang ritual kematian atau sering kita dengar dengan istilah wara, di nilai oleh sebagian kalangan menyimpang dari tatanan yang telah di ajarkan oleh para leluhur.

Menyikapi hal itu Polres Barito Utara, Polda Kalimantan Tengah memfasilitasi dengan mempertemukan para pemangku adat dan lembaga organisasi masyarakat yang ada di Barut, agar kegiatan ritual dapat berjalan dengan aman, tertip dan lancar sesuai dengan ketentuan pelaksanaan acara ritual rukun kematian (Wara) Umat Hindu Kaharingan.

Para tokoh adat seperti Demang MAKI, Demang Teweh Tengah, DAD, Ketua MDAHK, Dayak Misik, AMAN dan Gerdayak, turut di undang para pihak yang rutin melaksanakan wara dan perwakilan masyarakat sekitar lingkungan yang di jadikan lokasi wara.

Baca Juga :   Sumitro Minta Ritual Kematian Wara, Harus Sesuai Dengan Prusedur Leluhur

Hasil dari pertemuan tersebut menyimpulkan agar ada penjelasan tertulis tentang ritual wara dari pihak MAKI dan MDAKH, untuk menjadi acuan pihak pemerintah dan penegak hukum untuk memilah antara kepastian hukum positif, hukum adat dan ritual kaharingan.

ketua MAKI Sukarni. SH pada kesempatan itu menyerahkan satu piring putih berisi uang Rp 100  kepada DAD sebagai pengikat denda Adat Siwah sampai belian Luing sebagaimana yang telah di sanggupi pihak pelaksana wara Natalius S.Pd. Sukarni SH juga secara simbolis menyerahkan surat pengaduan keberatan masyarakat sekitar lingkungan wara kepada Kasat Intel IPTU Setyo Sidik Pramono SH MH.(Hison)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: