Polres Lamandau Ungkap Pabrik Miras Illegal

oleh -43 views

TEWENEWS, Lamandau – Upaya Polres Lamandau memberantas peredaran minuman keras (Miras) oplosan di wilayah hukumnya patut di acungi jempol. Tidak tanggung-tanggung, kali ini pabrik yang memproduksi miras jenis arak di obrak abrik oleh petugas.

Kapolres Lamandau AKBP Andika K. Wiratama, melalui Wakapolres Kompol R.A.S. Yudhapatie, mengungkapkan, pengungkapan pabrik produksi miras ilegal jenis arak dilakukan, Sabtu (2/6) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau.

Baca Juga :   Diduga Edarkan Shabu, Seorang Emak-Emak Warga Salo Diciduk Resnarkoba Polres Kampar

“Pabrik ini ilegal, karena tidak ada izin dan merupakan miras oplosan. Kami sudah mengamankan tersangka KK alias A sebagai pemilik pabrik bersama barang buktinya,” jelas Kompol Yudhapatie saat meminpin pelaksanaan Press Release, Selasa (5/6/2018) pukul 09.55 WIB.

Kompol Yudhapatie, membeberkan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 20 galon isi 20 liter arak, dua dandang dengan tutupnya, satu kwali besar, tong plastik untuk rendaman air arak, satu karung gula pasir dan beras meras.

Baca Juga :   Di Muara Teweh Dalam Dua Minggu, Dua Pelaku Ilegal Loging Ditangkap Polisi

Modusnya tersangka KK mencampur bahan untuk oplosan arak dan lokasinya berpindah-pindah, agar tidak terdeteksi keberadannya oleh petugas. “Sejak Tahun 2015 sudah memproduksi dan dijual di sekitar Desa Penopa, Karang Taba, Cuhai, Tanjung Beringin atau seputaran Kecamatan Lamandau,” ucap perwira muda ini.

Baca Juga :   Cegah Karhutla, Giliran Desa Transmigrasi Jadi Sasaran Sosisalisasi Bhabinkamtibmas

Dalam penjualannya, tersangka KK hanya menyediakan setiap 20 liter dijual dengan harga Rp 385 ribu dan keuntungan Rp 75 ribu. Dimana dalam satu kali produksi 30-40 galon arak siap jual. Yudhapatie mengakui, tersangka KKK merupakan Target Operasi (TO) lama dan setelah dipantau dilakukan penangkapan. “Tersangka KK dijerat Pasal 204 ayat 1 KUHPidana diancam 12 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.(Bambang/Tim)