Polsek Kahut Ringkus 5 Pengedar Sabu Dalam Waktu Empat Jam

oleh -94 views

TEWENEWS, Gunung Mas – Lima orang diduga pengedar sabu berinisial JG (38), BI (27), JT (19), YN (33) dan SA (25), berhasil diringkus Polsek Kahayan Hulu Utara (Kahut)  jajaran Polres Gunung Mas (Gumas), Polda Kalteng. Saat ini tersangka sudah diamankan dipolsek Kahut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Gumas AKBP Yudi Yuliadin, melalui Kapolsek Kahut Iptu Untung Basuki, mengungkapkan penangkapan kelima budak sabu ini berawal dari laporan masyarakat yang gerah dengan sepakterjang pelaku. Mendapati laporan masyarakat tersebut petugas segera melakukan pengintaian terhadap kelimanya.

Baca Juga :   IRT Penjual Togel Diamankan Polsek Dusun Selatan

Polisi pertama kali menangkap JG di jalan Pahlawan Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kahut, Kabupaten Gumas, Sabtu (02/06/2018), pukul  02.30 WIB. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua paket sabu yang disimpan di kotak rokok.

Kemudian petugas melakukan pengembangan dan diamankan kembali dua orang tersangka yaitu BI dan JT  di jalan Pahlawan Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kahut, Kabupaten Gumas, Kalteng, pukul  04.30 WIB. Dari tangan keduanya petugas  mengamankan tiga paket sabu.

Baca Juga :   Apees!!! Bawa Sajam Tanpa Ijin, Akhirnya Berurusan Dengan Polisi

“Setelah dilakukan pemeriksaan dari ketiga tersangka yang telah diamankan, kami kembali menangkap dua tersangka lagi yaitu YN dan SA di Desa Dandang Kecamatan Kahut, Kabupaten Gumas, pukul 06.30 WIB,” ujar Iptu Untung.

Polisi menemukan 15 paket sabu dari tangan tersangka YN yang sengaja dikubur disamping halaman rumahnya.

Baca Juga :   Satresnarkoba Polres Bartim Gulung Bahrani Alias Abil, Karena Sabu

“Saat ini kelima tersangka dan 20 paket sabu sebagai barang bukti sudah diamankan di Mapolsek untuk proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Atas perbuatannya, kelimanya dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(Bambang/tim)