Posko Relawan H2D Dirusak Oknum Tak Dikenal. Akademisi : Ada yang Gelisah dengan Gerakan Lawan Politik Uang

oleh -182 views

TEWENEWS, MARTAPURA – Kabar mencengangkan kembali datang menjelang pelaksanaan PSU Pemilihan Gubernur atau Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Pilgub Kalsel) 2020.

Baru beberapa hari diadakan ikrar PSU Damai, justru posko relawan H2D di Kecamatan Mataraman habis dirusak orang tak dikenal.

Tak ketinggalan, spanduk melawan politik uang yang semakin gencar diperjuangkan masyarakat Banua pun turut dirusak, Minggu (23/5/2021).

“ Kami sangat kaget ketika subuh-subuh mendatangi posko, rupanya sudah dirusak. Kami langsung melapor ke tim di Provinsi.” Ujar Fahrul, salah seorang relawan H2D.

Padahal para relawan meninggalkan posko tersebut sekitar pukul 01.00 WITA, artinya pengrusakan terjadi di atas jam tersebut.

Relawan H2D juga menjelaskan sempat ada beberapa orang mencurigakan yang menyantroni posko. Namun ketika ingin dihampiri, orang tersebut menghindar dan lari.

Tindakan premanisme dan arogansi ini diduga bergerak secara terstruktur. Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Nor, menyatakan di malam yang sama relawan juga menerima laporan ada beberapa orang yang menyantroni posko relawan H2D di Pekauman, Banjarmasin Selatan.

“ Kami langsung mengirim beberapa orang untuk berjaga di Pekauman, alhamdulillah di sini aman. Tapi sangat disayangkan pengrusakan terjadi di posko Mataraman.” Ujar Ilham.

Baca Juga :   Didampingi Advokat Tingkat Dewa, Denny Indrayana Yakin Mahkamah Konstitusi Mendiskualifikasi Sahbirin-Muhidin karena lakukan Kecurangan Luar Biasa di Pemilihan Gubernur Kalsel

Gerindra Kalsel sangat kecewa dengan adanya tindak pengrusakan yang sangat bar-bar terhadap posko relawan oleh orang tak dikenal.

Dia menghimbau kepada relawan dan masyarakat yang mendukung perjuangan melawan politik uang untuk tidak terprovokasi.

“ Pesan UAS untuk tolak politik uang yang ada di spanduk bisa mereka rusak, tapi pesan tolak politik uang yang ada di hati masyarakat tidak akan bisa mereka sentuh.” Tegas Ilham Nor.

Tindakan premanisme ini juga mendapat perhatian serius dari akademisi FISIP Uniska, Dr. Muhammad Uhaib As’ad. Dirinya menyayangkan adanya pengrusakan posko relawan H2D oleh orang tak dikenal.

Baca Juga :   Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar

“ Ada pihak yang sangat gelisah dengan gerakan melawan politik uang, sehingga melakukan tindakan yang sangat bar-bar berupa pengrusakan. Tindakan tidak beradab ini sudah ketinggalan zaman dan justru membuat warga semakin antipati terhadap para pelaku pengrusakan.” Ujar Uhaib, akademisi yang dijuluki Rocky Gerung Kalsel.

Dr. Uhaib menjelaskan bahwa dinamika politik di Kalimantan Selatan sedang mendekati tahap peradaban yang sangat baik ketika muncul gerakan perlawanan terhadap politik uang dengan sangat masif. Menurutnya, hal ini adalah kajadian yang sangat langka bahkan dalam kancah politik nasional.

“ Selama ini politik tersandera dengan oligarki dan kekuatan politik uang, pemenang yang muncul dari proses politik uang atau black market of democracy, tidak akan memikirkan kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, perlawan terhadap politik uang yang sedang diperjuangkan oleh masyarakat Banua harus didukung penuh oleh kedua pasang calon.” Tegas Dr. Uhaib.

Baca Juga :   H2D Tegaskan Gugat Hasil PSU ke MK. Akademisi: Ini Sebuah Komitmen sebagai Pengemban Suara Rakyat

Kemudian, Sekretaris DPD Gerindra Kalsel meyakini tindak pengrusakan tidak akan menyurutkan semangat para relawan dan masyarakat yang berjuang melawan politik uang.

“ Tindakan preman seperti itu tidak akan menyurutkan semangat relawan. Pengrusakan adalah bentuk kepanikan. Kepanikan adalah separuh dari kekalahan. Justru semangat relawan dan masyarakat semakin berlipat ganda!” Tandas Ilham.

Sebelumnya, gerakan melawan politik uang semakin masif terjadi di Kalsel. Rupanya isi ceramah Ustad Abdul Somad, Ustad Das Ad Latif, Tuan Guru Bakhiet, dan ulama-ulama lain yang mendakwahkan penolakan terhadap politik begitu mencerahkan masyarakat Banua yang terkenal sangat agamis.

“Ambil duitnya, jangan pilih orangnya, siap?!!! saya takut berdosa ustadz. Jangan takut, tidak berdosa! Saya yang tanggung dosanya!”. Tegas UAS dalam penggalan isi ceramah yang viral di media sosial.

(TIM)