Prahara Mega Proyek Pembangunan Bandara Muara Teweh, Semua Elemen Punya Tugas Mengawasi ?

oleh -290 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi mega proyek Bandara H Muhammad Sidik, Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan.

Tiga tersangka tersebut yakni pejabat pembuat komitmen Agustinus Sujatmiko, pelaksana pembangunan landasan pacu Hadi Sugiarto alias Sugi, dan konsultan pelaksana Felix Erwin Simanjuntak.

Untuk pengawasan terhadap bandara yang dibangun dari anggaran APBN sebasar Rp 99,229 milyar dari Kementrian Perhubungan tersebut, bukan hanya tugas kejaksaan maupun kepolisian. Tapi menjadi tugas semua pihak. Baik itu wartawan maupun LSM, Hal itu diutarakan oleh wartawan senior Mangatur Paelindungan dari media Harapan Rakyat.online.

Dia meminta semua elemen untuk terus menyoroti pekerjaan proyek bandara tersebut, karena bandara tersebut salah satu kebanggaan warga Barito Utara.

” Saya berharap, pembangunan Bandara H Muhammad Sidik dapat berjalan lancar tanpa ada kendala. Sehingga masyarakat Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya bisa segera menikmati akses penerbangan,” ujarnya.

Terpisah Rio Andry Tarigan salah satu Direksi pembangunan Bandara Muahammad Sidik menyampaikan target penyelesaian bandara diharapkan tuntas pada awal tahun 2020 yang akan datang.

Ditanya tentang ketentuan adanya tidak boleh ada penghilangan dan pengrusakan barang bukti dan telah menjadi bukti di pengadilan Tipikor yang saat ini sedang bergulir, ia mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan antara pihak Kejaksaan Tinggi dengan pihak terkait.

” Sudah ada surat dari pihak kejaksaan Tinggi, BPKP, Pelaksana Pekerjaan (pemborong_red) danPPK. Beberapa waktu lalu juga sudah di ambil sample oleh pihak Institute Teknologi Bandung (IPB) sehingga proeses pembangunan bandara tetap terus di kerjakan,” tegasnya, Kamis (4/7)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan bandara Muahammad Sidik, Endang saat akan di konfirmasi oleh beberapa orang wartawan yang bersangkutan hampir dua pekan tidak berada di tempat.(Tim)