Program Subsidi Karet Melalui Perusda “Gagal” Direktur Kabur dan Pabrik Tutup

oleh -60 views

TEWENEWS, Puruk Cahu – Keberadaan pabrik karet yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Petak Malai Buluh Merindu, tidak sesuai harapan seperti yang di janjikan oleh bupati. Pada nyatanya seakan mati suri dan menjadi pertanyaan dari banyak pihak terkait fungsinya hingga saat ini belum memberikan dampak bagi masyarakat maupun Pemkab Murung Raya.

Marwan, warga Murung Raya kepada wartawan online tewenews.com mengaku sangat kecewa atas keberadaan pabrik karet ini lantaran selama 1 tahun sejak diresmikannya sempat beroperasi sebentar, namun setelah itu tidak pernah lagi beroperasi.

Baca Juga :   Tahun Depan Pemdes Tampa Anggarkan 20 Juta Untuk Kegiatan Pencegahan Stunting

“Pabrik karet ini hanya pemanis politik dan untuk mendulang suara saat Pilkada saja kah, karena sewaktu Pilkada diresmikan dan saat sudah terpilih malah pabrik karet ini tutup dengan alasan yang tidak jelas,” tegasnya.

Baca Juga :   Pangkalan Kayu Makan Bahu Jalan Jadi Sorotan Warga Muara Teweh

Marwan mengatakan pabrik karet berlokasi di Desa Bumban ini seharusnya bisa membantu masyarakat, sekarang dengan harga karet yang tida sesuai tuk memenuhi kebutuhan hidup kami pada saat ini.

“Seharusnya ini adanya pabrik karet yang dibuat bisa menjadi solusi yang berlansung hingga saat ini atas terpuruknya harga karet bagi para petani karet,” tambahnya.

Baca Juga :   Keluh Kesah Jukir di Pasar Blok R, Pemasukan Berkurang Setoran Restribusi Tetap

Marwan berharap pemerintah daerah bisa memberikan kejelasan terhadap masyarakat terkait keberadaan pabrik ini, karena memang saat ini pabrik karet tersebut dianggap gagal total dan hanya mubajir membuang duit berapa miliar tuk membangun pentek ini pungkasnya (Asmansyah)