PT. Maslapita Bantu Korban Terdampak Banjir di Tabalong

oleh -51 views

TEWENEWS, Tabalong – Musibah banjir yang melanda kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dan sekitarnya, membuat banyak pihak prihatin dan turut membantu korban terdampak, salah satunya PT. Maslapita perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupatren Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah.

Bantuan sosial yang diberikan Managemen PT. Maslapita korban terdampak banjir berupa Beras, Mie Instan, Air mineral bubur bayi, dan obat-obatan, bagi tiga 3 desa di area kabupaten Tabalong yakni, Desa Bintang Ara, Desa Usih dan Desa Waling yang sempat terisolir selama 3 hari 2 malam akibat banjir yang melanda desa mereka.

External Relation PT. Maslipita Markus Leleury mengatakan pemberian bantuan Ini adalah salah satu bentuk kepedulian dan keprihatinan PT. Maslapita, kepada masyarakat yang mengalami musibah banjir,.

” Meskipun mereka bukan di wilayah kerja kamiBartim ,” ucap Markus Leleury di dampingi rekan-rekan kerjanya, Sabtu (08/02/2020).

Perusahaan berharap sekiranya bantuan tersebut dapat di terima dan bisa bermanfaat bagi warga setempat, dan mendoakan semoga musibah tersebut tidak terjadi lagi.

Pemberian bantuan sosial tersebut salah satu cara penyaluran tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang tertuang dalam misi visi perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat baik kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

Sementara itu Kepala Desa Bintang Ara melalui Sekretaris desa, Faisal Ispani yang mewakili warga desa yang terdampak musibah banjir mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan pihak perusahaan Maslapita.

“Terima kasih atas bantuan dari pihak PT Maslapita terhadap warga kami, karna kami sudah kehabisan stok, dan bantuan ini sangat bermanfaat apa bila wilayah kami terjadi musibah, maka bantuan ini bisa kami bagikan kepada warga”, papar Faisal.

Faisal menambahkan, bahwa belum ada bantuan cepat dari Dinas Sosial (Dinsos) untuk menangani warga yang terkena musibah bencana alam.

” Sekitar 80 lebih keluarga dengan jumlah kurang lebih 200 orang yang terkena musibah bencana banjir, dan belum ada penanganan dari Dinsos, kemungkinan karna akses ke titik-titik bencana yang sulit,” pungkas Faisal (Ahmad Fahrizali).