PT.Pada Idi Diduga Telah Cemari Sungai dan Babat Lahan Milik Warga

TEWENEWS,Muara Teweh – Limbah berbahaya dari aktivitas tambang diduga mencemari Sungai Liang Manuhang di Desa Jangkang Baru.Karena itu, Warga Desa Jangkang Baru Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara meminta pemerintah melalui Badan Lingkungan Hidup memeriksa kembali Sungai Liang Manuhung.Sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar dikhawatirkan tercemar logam berat dari limbah perusahaan tambang.

Seorang Warga Desa jangkang baru Susi Lawati menuturkan kalau kondisi sungai di desanya sudah sangat memperihatinkan,karena telah terjadi pendangkalan dan warna air sungai juga berubah.Dikatakan Susi,lahan kebun milik warga juga telah di rusak oleh perusahaan tambang batu bara PT.Pada Idi.

“Persoalan pencemaran lingkungan dan pembabatan lahan milik warga ini dimulai sejak Tahun 2015 lalu.Tapi sampai sekarang tidak ada penyelesaian dari pihak perusahaan,kami juga sudah mengadukan hal ini ke DPRD barut,mereka sudah meninjau ke lokasi,tapi sampai saat ini tidak ada penyelesaiannya,”ujar Susi yang juga anggota DPD Desa jangkang,di Muara Teweh Sabtu (25/3/2018)

Baca Juga :   Ahli Waris Doun Bin Issa Tagih Janji PT SRE

Diungkapkan Susi,pembabatan lahan milik warga oleh perusahaan itu terjadi saat mereka melakukan topograpi,banyak lahan milik warga yang telah di rusak.Pohon tanam tumbuh di babat tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemilik kami lahan.

“Kami sudah sampaikan keberatan kepada pihak perusahaan tapi nampaknya tidak digubris,selanjutnya kami mengirim surat ke Pemerintah Desa agar kasus warga bisa di selesaikan,tapi bila tidak ada tanggapan,akan saya laporkan hal ini sampai ke Gubernur kami sudah bosan di janji-jani terus,”pungkas Ibu satu orang anak ini.(agustian)

Satu tanggapan untuk “PT.Pada Idi Diduga Telah Cemari Sungai dan Babat Lahan Milik Warga

  • 14 November 2018 pada 1:54 pm
    Permalink

    Mengenai masalah pencemaran PT. PADA IDI, coba pihak BLH cek KA Amdal ada kah terdapat dalam Dok Amdal hasil sosialisasi Amdal pada desa yg terkena dampak, tanya masyarakat setempat pernah kh sosialisasi di desa tersebut, kalau tdk pernah sosialisasi berarti Amdal di atas meja itu perlu pihak BLH ketahui yg memberi SK Amdal pada perusahaan tsb, jgn lagi terulang pembuatan Amdal tanpa sosialisasi, kerna saya pernah jdi pengurus Legal perusahaan, dan SANGAT PERLU DI KETAHUI BAHWA AMDAL ADALAH KITAB PUSAKA PENAMBANGAN YG BENAR DI NEGARA INI.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: