Pukul Istri Hingga Babak Belur, Warga Gang Kini Balu Di Amankan Polisi

TEWENEWS, Muara Teweh – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi di wilayah hukum Polres Barito Utara, Polda Kalteng. Pelaku adalah Ahmad Ripandi alias Pandi (27).

Dia melakukan KDRT berulang-ulang terhadap sang istri Novita Ariani alias Novi dua hari berturut-turut yaitu pada hari Jumat tanggal 4 Oktober 2019 pukul 16.30 WIB, hari Sabtu tanggal 5 Oktober 2019 pukul 05.00 WIB dan pukul 16.30 WIB, di rumahnya yang terletak di Jalan Veteran Gang Kinibalu, RT. 26, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara.

Akibat dari KDRT atau penganiayaan tersebut, korban menderita luka lebam di seluruh tubuh dari mulai wajah termasuk mata, punggung, tangan, paha dan kemaluan. Saat ini korban dirawat di RSUD Muara Teweh.

“Kejadian tersebut bermula ketika Pandi merasa cemburu dan menuduh istrinya telah berselingkuh dengan laki-laki lain,” ujar Kasat Reskrim Polres Barut AKP Kristanto Situmeang, Mewakili Kapolres AKBP Dostan Matheus Siregar, Selasa (8/10/2019).

Tidak terima dianiaya, Novi melaporkan kejadian tersebut pada tanggal 6 Oktober 2019. Kemudian kata Kristanto atas adanya laporan tersebut, Unit Buser dan Unit PPA Sat Reskrim Polres Barut mendatangi TKP sekaligus mencari Pandi. Namun saat itu pelaku tidak di TKP dan menurut informasi dari tetangganya bahwa sejak setelah kejadian, tersangka pergi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio GT warna merah.

Baca Juga :   Jualan Sabu, Dayat Warga Kampung Jingah Ditangkap Polisi

“Unit Buser melakukan pencarian ke rumah teman dan keluarga tersangka di sekitar Muara Teweh, namun tersangka tidak ada. Sebagian anggota menunggu di sekitar TKP rumah tersangka,” ujar Kasat.

Sekitar pukul 11.30 WIB hari Minggu 6 Oktober 2019, tersangka pulang ke rumahnya. Kemudian tersangka ditangkap dan dibawa ke Polres Barito Utara beserta barang bukti berupa sarung atau kompang samurai yang terbuat dari kayu, selang pembuangan air mesin cuci dan pipa paralon.

“Tersangka Pandi menikah dengan korban Novi pada bulan Agustus 2015 dan saat ini sudah dikaruniai satu orang anak perempuan berumur sekitar tiga tahun. Pernikahan tersangka dan korban tersebut tidak didaftarkan dan dicatat di KUA,”papar Kristanto.

Barang Bukti yang kami dapatkan kata Kasat berupa patahan sarung atau kompang samurai yang terbuat dari kayu; Selang pembuangan air mesin cuci; Potongan pipa paralon/PVC.

“Atas perbuatan yang telah dilakukannnya kami sangkakan dengan Pasal 44 ayat (2) jo pasal 5 huruf a UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau pasal 351 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,”pungkasnya.(Tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: