Pungutan Rp100 ribu, SMAN-1 Teweh Timur Siswanya Cuma “Nongkrong”

oleh -310 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Memprihatinkan, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN-1) di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, hanya jadi tempat “nongkrong” para pelajar. Sebab, tenaga pendidik disinyalir jarang aktif mengajar, sehingga proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak efektif.

Beberapa siswa menuturkan, efektifitas KBM sangat minim, hanya berkisar 46 – 49 % dari prospek KBM. Bahkan salah satu oknum guru malah mengajar di sekolah lain, sehingga menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang mereka peroleh.

“Kami bingung mau belajar apa, gurunya aja jarang masuk, jadinya sesuai pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, ungkap DK, salah satu siswa kelas XI, Senin, (8/10).

Orang tua siswa juga mengeluhkan adanya pungutan biaya kepada setiap anaknya, namun tidak digunakan sebagai stimulus demi kelancaran KBM.

“Pungutannya Rp100 ribu, tapi gurunya malah nggak mesuk ngajar, ini pembodohan besar-besaran”, ungakap salah seorang wali murid.

Perwakilan dewan guru SMAN-1 Teweh Timur, Betsi menuturkan, pungutan terhadap 150 orang siswa tersebut disebabkan minimnya dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Kami lakukan pungutan tersebut untuk menunjang kinerja tenaga pendidik, sehingga proses KBM berjalan lancar”, kata Betsi.

Ditambahkannya, oknum tenaga pendidik yang mengisi jam pelajaran di sekolah lain adalah untuk memenuhi syarat dan ketentuan sertifikasi guru. (Taufik/tim)