Puskesmas Desa Sikui Pekerjakan Anak Usia 17 Tahun Berstatus Pelajar, Kok Bisa ?

oleh -261 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Anak merupakan investasi paling berharga bagi keberlangsungan negara kita tercinta ini di masa mendatang. Namun sayangnya, di negeri ini masih subur praktik eksploitasi terhadap anak.

Terungkap kasus di Puskesmas Desa Sikui Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, didapati mempekerjakan anak yang masih berstatus pelajar di salah satu SMA kelas XI tercatat sebagai tenaga Clening Servis.

Kepala Puskesma Desa Sikui Yusri AMK,  saat di temui di kantornya Sabtu, tanggal 1 Januari 2020 membenarkan pihaknya ada mempekerjakan anak yang masih berumur 17 tahun dan bertatus sebagai pelajar.

Baca Juga :   Positif Covid-19 di Barut Kembali Bertambah 17, Sebagian Besar dari Kelurahan Lanjas  

Menurutnya, anak yang sudah berumur 17 tahun sudah bisa di pekerjakan dan tidak menyalahi aturan yang ada, ” Mulai Awal Januari 2020 yang bersangkutan mulai bekerja di sini, tapi yang bekerja ibunya,” kata Yusri AMK.

Terpisah PLT Kepala Dinas Kesehatan Siswandoyo, saat di konfirmasi bahwa di Puskesmas Desa Sikui ada mempekerjakan anak yang berstatus pelajar mengatakan pihaknya akan mengkonfirmasi dengan Kapala Puskesmasnya.

” Saya pengen tau kronologisnya, bila masih SMA kita batalkan Surat Keputusannya,” ujar Siswandoyo melalui pesan WhatsApp kepada tewenews.com, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga :   Ciptakan Inovasi Cegah Kerumunan, Kapolda Kalteng Launching WA BOT Pendaftaran Merdeka Bervaksin

Seperti di ketahui, definisi anak berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”). Anak adalah setiap orang yang berumur di bawah 18 tahun.

Undang-undang Ketenagakerjaan pasal 68 menegaskan bahwa Pengusaha dilarang memperkerjakan anak dibawah umur, yang berdasarkan ketentuan adalah anak yang usianya dibawah 18 tahun. (Sumber :  www.artikel.kantorhukum-lhs.com).

Ancaman bagi pengusaha atau perusahaan yang masih mempekerjakan anak yang belum berusia 18 tahun adalah pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp. 100 juta dan paling banyak Rp. 400 juta. oleh karenanya mempekerjakan anak dibawah umur bisa dipidana.\

Baca Juga :   Dana Pusat di Fokuskan Benahi Fasilitas Obyek Wisata

Merujuk Surat Edarandari Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Rumusan Hukum Hasil Rapat Pleno Mahkamah Agung Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan. Dalam Surat Edaran Mahkamah Agung tersebut sudah menjelaskan mengenai ketentuan batas kedewasaan seseorang. Dinyatakan dalam Hasil Rapat Kamar Perdata tanggal 14-16 Maret 2012, bahwa dewasa adalah cakap bertindak dalam hukum yaitu orang yang telah mencapai umur 18 tahun atau telah kawin. (Tim)