Puskesmas Pembantu Sei Rahyu I Terbengkalai Akibat Kurangnya Tenaga Medis

oleh -155 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Trans baru Km 38 Desa Sei Rahayu I, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, terbengkalai dan tidak dapat difungsikan untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat desa itu. Pustu yang dibangun tahun 2014 lalu itu dari luarnya terlihat utuh namun jika melihat ke dalam kondisinya sangat memprihatinkan.

Pantauan tewenews.com di lapangan tidak ada peralatan medis seperti tempat tidur untuk memeriksa pasien, meja dan lemari sebagai sarana penunjang layanan di Pustu tersebut.

Baca Juga :   Anggota Polsek Timpah Turun Langsung Beri Imbauan Cegah Karhutla

Suryadi Kepala Desa Sei Rahayu I mengakan bahwa pustu tersebut di bangun pada tahun 2014 lalu di bangun di lahan Trans baru, memang hingga sekarang tidak di fungsikan karena kekurangan tenaga medis.

” Ya memang hingga sekarang pustu di trans baru tersebut tidak di fungsikan karena menurut informasi pihak puskesmas kekurangan tenaga medis, sehinga pelayanan untuk warga yang berjumlah 700 orang terpusat di pustu trans lama,” ujar Kades Minggu (15/9/2019).

Terpisah Kepala Puskesmas Sei Rahayu yang membawahi Pustu 38, Rizal Effendi mengkui adanya keterbatasan tenaga untuk pustu di trans 38, ” Di trans itu ada dua unit Pustu yaitu satu di trans lama dan satu di trans baru, sedangkan tenaga medis cuma ada dua orang satu  Bidan PTT, satu perawat PNS,” paparnya.

Baca Juga :   Amplifikasi Video Polri Presisi Terbanyak Se-Indonesia, Kabidhumas Polda Kalteng Terima Penghargaan Kadivhumas.

Rizal memaparkan, pihaknya sudah berusaha untuk memberdayakan tenaga yang ada dengan membuka Pustu tersebut dua kali seminggu, dan jadwal sudah kami sosialisasikan tetapi selama buka tidak ada kunjungan pasien, mereka lebih suka berkunjung ke Pustu yang lama.

” Ada dua tenaga kami standby di Pustu yang lama karena jumlah penduduk lebih banyak, sedangkan di trans baru penduduknya banyak yang kerja di PT. MPG, harapan saya juga fasilitas itu bisa digunakan sesuai fungsinya, sudah saya usulkan tenaga tetapi tergantung dengan yang pengambil keputusan, Kalau bisa  usulan untuk tenaga kesehatan kontrak lebih diutamakan yang di desa seperti trans 38, jangan menumpuk dikota saja,” pungkasnya.(TIM)

Baca Juga :   Cegah Karhutla, Polsek Pulau Petak Sosialisasi Larangan Karhutla Kepada Masyarakat Gunakan Spanduk