Puskeswan Distanakan Terus kontrol Pertumbuhan hewan Ternak Peliharaan

oleh -472 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanakan) kabupaten Barito Timur terus berupaya mengontrol pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak maupun hewan peliharaan di wilayah Bartim.

Dari jenis hewan ternak dan hewan peliharaan yang dipelihara oleh masyarakat diwilayah kerja Puskeswan adalah kerbau, sapi, kambing, ayam ras, ayam buras, itik, anjing, dan babi.

Bahkan sebagian ternak tersebut telah terintegrasi dengan sistem pertanian yang dikelola oleh masyarakat sendiri. Puskeswan Distanakan yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani km.2 Tumpa Dayu, Kelurahan Tamiang layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Bartim, meliputi 10 Kecamatan. Yakni Kecamatan Patangkep Tutui, Benua Lima, Dusun Timur, Paju Epat, Awang, Karusen Janang, Paku, Dusun Tengah, Pematang Karau, dan Raren Batuah.

Subandi salah satu petugas yang baru-baru ini menerima penanganan hewan peliharaan kucing Persia milik bapak Zulkipli, salah seorang tenaga pengajar di SMKN 1 Tamiang Layang, merupakan suatu kebanggaan bagi jajaran Puskeswan yang dapat berpartisipasi dan melayani masyarakat Bartim menuju ternak dan hewan peliharaan yang sehat.

Kepala Dinas Pertanian dan peternakan Ir. Riza Rahmadi MM, melalui kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan Rebo,S.Pt menjelaskan, “Tugas, fungsi dan Pelayanan Puskeswan yakni melaksanakan pelayanan kesehatan hewan (pemeriksaan kesehatan hewan, pengobatan, vaksinasi dan pemeriksaan reproduksi), di Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), dan Pembinaan dan penyuluhan masalah kesehatan hewan dan Peternakan, serta membantu secara teknis tugas Distanakan yang berhubungan dengan kesehatan hewan di wilayah kerjanya,” ujarnya di Tamiang Layang Rabu, (16/01/2019)

Adapun beberapa metode pelayanan Puskeswan di antaranya, pelayanan Aktif, pelayanan Semi Aktif dan pelayanan Pasif, contoh Pelayanan Aktif: petugas mengunjungi lokasi peternak dalam pelayanan kesehatan hewan, Pelayanan semi aktif, petugas memperoleh laporan dari peternak.

“Kemudian menindaklanjuti dengan pelayanan keswan di lokasi peternak pelapor dan Pelayanan pasif peternakatau klien membawa hewan yang sakit ke Puskeswan,” pungkasnya. (TWNS5).