Rahmanto Muhidin : Bila PT.SIS Tidak Mau Menerima Karyawan Lokal, Jangan Menambang di Murung Raya

TEWENEWS, Puruk Cahu – Rahmanto Muhidin, Wakil Ketua II DPRD Murung Raya ancam perusahaan PT. SIS (Sapta Indra Sejati) merupakan Kontarktor ADARO GROUP apabila dalam penerimaan karyawan yang di lakukan pada tanggal 4 sampai 5 November 2019 di Hotel Gita Putri Puruk Cahu hasilnya banyak tenaga kerja dari luar Kabupaten Murung Raya,

“Saya akan pasang badan membela masyarakat saya, bahkan dalam waktu dekat saya akan turun lansung ke lapangan bersama anggota DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah, lainnya dan dinas terkait untuk melihat langsung jumlah prosentase tenaga kerja lokal, karena ini amanat perda minimal 70 persen wajib di isi oleh tenaga kerja lokal,”paparnya kepada tewenews.com, Jumat (8/11/2019).

Lanjut Rahmanto, saya akan obrak abrik, kalau hasil tesnya tidak sesuai dan silahkan mereka menambang di pulau Jawa sana kalau tidak mau menerima karyawan lokal, jadi jangan menambang di sini. Kita harus berdiri di kaki sendiri dan jangan sampai mati di lumbung padi.

Baca Juga :   Soal Pabrik Karet di Mura, Rahmanto : Bukan Gagal Tapi Belum Maksimal

“Sekali lagi saya meminta kepada PT. SIS untuk sportif dan jangan sekali kali ada intrik untuk membatasi apalagi sampai menghalang halangi putra-putri daerah lokal dengan membuat persyaratan yang di luar batas kemampuan masyarakat kami.

Indonesia dan Murung Raya ini adalah tanah Dayak jagan sampai kami Dayak marah. Karna menurut laporan yang masuk kekami banyak tenaga kerja kiriman dari luar dan rekrutan dari luar yang di pekerjakan di site Muara Tuhup areal tambang. “Ini juga wajib menjadi perhatian perusahaan lainnya jangan sampai orang Dayak marah dan di jajah di bumi sendiri,” kata Rahmato Muhidin (Asmansyah)

3 tanggapan untuk “Rahmanto Muhidin : Bila PT.SIS Tidak Mau Menerima Karyawan Lokal, Jangan Menambang di Murung Raya

  • 8 November 2019 pada 7:56 pm
    Permalink

    Yang penting cuma kegagalan yang tertunda….jangan jd pajangan semata…

    Masalah karyawan sangat setuju dengan bapak hermanto,belum tentu masyarakat lokal kalah bersaing dengan pekerja kiriman baik yang punya skil atau pun yang tidak punya skil

    Balas
  • 9 November 2019 pada 9:02 am
    Permalink

    Saya sangat setuju dgn ungkapan yg di sampai kan bapak rahmanto.
    Perusahaan banyak masuk di area mura,tapi masyarakat and pemuda nya bamyak sekali yang nganggur.
    Gara2 terlalu ketat aturan yg sehingga kita asli mura jadi pada banyak yg gak bisa bekerja.
    Ma kasih pak rahmanto atas tegirannya buat semua pengusaha dari luar.

    Balas
  • 11 November 2019 pada 4:57 pm
    Permalink

    saya bangga mmiliki wakil rakyat yg mengutamakn kepntingn rakyatnya dan saya sebagai warga lokal mengapresiasikn ketegasan seorng wakil rakyat membela rakyatnya terus perjuangkan kemajuan rakyatmu Bapak Rahmanto….kami rakyatmu akan terus mendukung MERDEKA MERDEKA MERDEKA….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: