Rehap SD Kunjung Lahei 1 Dipindahkan, DPRD Barut Bungkam !!!  

TEWENEWS, Muara Teweh – Pupus sudah impian anak-anak yang bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Kunjung Payang Membangun di Lahei 1 Kecamatan Lahei,Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah, untuk memiliki ruang belajar yang nyaman. Pasalnya dana yang sudah dialokasikan di sana dialihkan ke lokasi lain tanpa persetujuan DPRD setempat.

Pengalihan pekerjaan SD tersebut kemudian menjadi perhatian warga Barito Utara. DPRD Barut seolah bungkam seakan tidak bernyali untuk mempertanyakan masalah ini, soalnya beberapa waktu lalu mantan Kadis Pendidikan Drs Masdulhaq mengakatakan bahwa pemerintah sudah menganggarkan dana untuk perbaikan gedung sekolah tersebut melalui anggaran APBD tahun 2018.

Penganggaran untuk perbaikan ini juga telah di amini oleh Anggota DPRD Barut Tajeri, ” Ia saya sendiri yang mengusulkan untuk perbaikan rehap SD kunjung di Kecamatan Lahei,” ujarnya kepada tewenews.com belum lama ini.

Beberapa waktu lalu kadis Pendidikan pada waktu itu mengatakan bahwa SD tersebut segera di rehap, “Isyaallah tahun ini SD kunjung tersebut akan kita perbaiki,sebab pemerintah daerah sudah menganggarkan dananya sebesar Rp150 juta,” kata Masulhaq di Muara Teweh, Senin (5/2/2018) lalu.

Adapun masalah tanah yang status nya masih meminjam ia juga mengatakan bahwa semua itu sudah selesai. “Untuk masalah tanah nya kami sudah menghubungi kepala desa setempat,dan pihak desa siap untuk menghibahkan tanah yang akan di jadikan lokasi pembangunan gedung sekolah yang baru,” paparnya.

Baca Juga :   Melawan Lupa !!! Mana Janji Perbaikan SD Kunjung Payang Membangun di Lahei 1

Belakangan di ketahui setelah  Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, meninjau lokasi sekolah SD kunjung Payang Membangun pada hari Rabu 14 Agustus 2019.

Ia membenarkan bahwa SD kunjung tidak ada tersentuh perbaikan sama sekali bahkan dirinya melihat langsung kondisi sekolah tersebut yang di paparkannya sangat prihatin dengan kondisi sekarang.

” Siswa dan guru di sana aktif belajar dan mengajar ada tujuh siswa dan ada tiga orang guru, kedepan ini akan menjadi perhatian serius bagi kami dan menjadi prioritas, ” ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Ia mengakui dana rehap untuk SD kunjung tersebut dialihkan ke SD lain untuk pembangunan satu lokal, dan di paparkannya juga meski sekolah itu menjadi kelebihan lokal.

” Seharusnya rehap SD Kunjung tidak mesti di pindahkan, tetapi karena alasan lokasi tanah sekolah terlalu kecil hanya se ukuran sekolah itu makanya di pindahkan ke tempat lain, ” Jelasnya.(Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: