Ribuan Guru di Barito Timur Belum Miliki Nomor Pokok Anggota PGRI, Ini Penyebabnya

oleh -97 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah, ternyata belum melakukan regrestasi online.

Akibatnya ribuan Guru di Gumi Jari Jang Kalalawah ini belum memiliki nomor pokok anggota (NPA) PGRI.

Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Barito Timur Turaini, S, Pd menyampaikan “Karena tidak melakukan registrasi online, akibatnya ribuan Guru di Bartim belum memiliki nomor pokok anggota PGRI”, jelasnya di Tamiang Layang, Selasa 27 Juli 2021.

Baca Juga :   Program Pendekar Banten, Polsek Cipocok Jaya Laksanakan Guyub TNI-POLRI

Dengan belum memiliki NPA, ujar Turaini, dapat memperlambat proses kenaikan pangkat Guru tersebut, karena NPA memiliki nilai angka kredit.

“Terungkapnya ratusan guru yang belum memiliki NPA ini, ketika pihaknya melaksanakan rapat koordinasi anggota dengan 10 Pengurus Cabang PGRI se Kabupaten Barito Timur, Senin 26 Juli 2021 di SMPN 1 Tamiang Layang”, ungkap Turaini.

Baca Juga :   Polsek Basarang Rutin Sosialisasikan Pencegahan Penularan Covid-19 Kepada Warga

Oleh sebab dirinya menargetkan di tahun 2021 ini seluruh Guru yang tergabung dalam PGRI sudah terdaftar secara online dan memiliki NPA.

Selain itu Pengurus PGRI Kabupaten Barito Timur mendukung program Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi dalam mempersiapakan pendidik dan tenaga kependidikan.

“Salah satu cara peningkatan kompetensinya melalui diklat Guru. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan pendidikan Barito Timur yang bermutu dan berkarakter”, tuturnya.

Baca Juga :   Tekan Penyebaran COVID-19, Bupati Barito Timur Pimpin Rapat Koordinasi Dengan Jajarannya

Perlu diketahui Senin 26 Juli 2021, Pengurus PGRI Kabupaten Barito Timur melaksanakan rapat terbatas dengan Pengurus Cabang PGRI se Kabupaten Barito Timur. Dalam rapat tersebut ada 2 pengurus cabang yang tidak mengirimkan wakilnya. Di forum itu membahas berbagai hal diantaranya, sinkronisasi data anggota PGRI, penyelarasan program 5 tahun, pembahasan iuran anggota PGRI. (Ahmad Fahrizali/wayan cakre-diskominfobartim).