Ribut Soal Tanah Warisan, Ini Kata Ketua FPDMI Gunung Purei

oleh -52 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Polemik tanah ulayat warisan Tumenggung Kakah Paye antara ahli waris dengan Kepala Desa Linon Besi I kian memanas, bahkan pihak ahli waris disinyalir akan menempuh jalur hukum adat dan pemerintahan untuk mempertahankan hak waris dari tanah ulayat warisan pendiri Kampung Linon Besi Melayu (kini Desa Linon Besi_red) lebih dari setengah abad yang lalu.

Hal tersebut mendapat sorotan dari berbagai elemen dan tokoh masyarakat, salah satunya dari Front Pemuda Dayak Muslim Indonesia (FPDMI) Kecamatan Gunung Purei. Ketua FPDMI Gunung Purei, Taufik Rahman,M.S. mengungkapkan, masalah tersebut sebaiknya segera diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak, karena menurutnya, apabila tidak segera diselesaikan, masalah tersebut dikhawatirkan berbuntut panjang.

Baca Juga :   Gara-gara Spanduk, PLN Tak Jadi Masuk di Gunung Purei, Benarkah?

“Lebih baik segera diselesaikan secara kekeluargaan, karena jika tidak diselesaikan, dikhawatirkan muncul masalah baru, dan diharapkan kepada masing-masing pihak agar tidak bertindak anarkis dalam penyelesaian masalah ini”, kata Taufik.

Menurut Taufik, masalah tersebut seharusnya diselesaikan oleh forum Kepala Desa Linon Besi I, akan tetapi salah satu sumber masalahnya justru Kepala Desa yang diduga menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi.

Baca Juga :   Gara-gara Listrik, Puskesmas Lampeong Tak Memiliki Dokter Umum

“Seharusnya kan Kades yang menyelesaikan masalah, tapi ini malah Kades yang berulah hingga jadi masalah, ujung-ujungnya ada opini bahwa ahli waris dianggap oposisi, kasihan masyarakat”, imbuhnya.

Kepala Desa Linon Besi I, Suhardi, saat dikonfirmasi oleh tewenews.com mengatakan, pihaknya tidak bermaksud mempersulit ahli waris, apalagi menghilangkan hak, hanya saja pihaknya harus meneliti terlebih dahulu keabsahan hak ahli waris.

Baca Juga :   Aneh Tapi Nyata, PT. Daqing Citra Bayar Tali Asih di Lahan Bersengketa Kepada Kades Linon Besi I.

“Saya harus koordinasi serta meneliti terlebih dahulu, bukan mempersulit legalitas tanah tersebut demi kepentingan pribadi saya”, bantah Kades.

Menurut informasi yang dihimpun tewenews.com, Kades disinyalir mengajukan jumlah titik bor serta data kerusakan tanam tumbuh yang berada di lokasi tanah ulayat tersebut pasca survey seismik 2 dimensi (2D) kepada kontraktor PT.Pertamina EP yakni PT.Daqing Citra.(Sagi/Tim)