Rundap Buat Tiga Karyawan Masuk BUI

oleh -95 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Anggota polsek Pematang Karau Polres Bartim berhasil menangkap tiga orang karyawan sawit, yang diduga telah mencuri rondap (racun pembasmi rumput, red) milik perusahaan perkebunan kelapa sawit digudang Logestik PT Herpes Grean Henergi (HGE) di Desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur Jumaat, (06/10/2018).

Ketiga tikus perusahaan tersebut yakni KN (23) warga Desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau kab. Bartim, EM (23) warga Desa Lebo Kecamatan Pematang Karau Kab.Bartim dan LD (23) warga Desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Bartim.

Baca Juga :   Satresnarkoba Polres Barut Ringkus Dua Budak Shabu di Dua TKP

Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan SIK melalui Kapolsek Pematang Karau Ipda R. Racmad Abdul Rachim, SH membenarkan bahwa diwilayah hukumnya telah terjadi tindak pidana pencurian.

“Iya benar mas kita sudah menangkap ketiga pelaku pencurian di perusahan sawit PT HGE” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap Minggu (07/10/2018).

Baca Juga :   Diduga Menyalahi Aturan, Kejaksaan Negeri Pinrang Diminta Usut Tuntas Proyek PLTMH di Desa Sali Sali

Kapolsek mengatakan, ketiga pelaku pencurian tersebut adalah karyawan yang bekerja diperusahaan PT HGE di Desa Bambulung.

Dirinya menjelaskan, pengungkapan kasus pencurian tersebut dari hasil laporan saksi yang juga bekerja sebagai karyawan di PT HGE melaporkan kejadian tersebut kepada pelapor pada hari Rabu tanggal 29 Agustus 2018. Bahwa ada drum obat roundap yang bocor bekas dilobangi sebanyak dua lobang yang disumbat dengan menggunakan kantong plastik.

Setelah itu, pelapor pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Anggota Polsek Pematang Karau. Mendapat laporan tersebut, Polisi pun langsung ke TKP dan melakukan penyelidikan.

Baca Juga :   Kasus SMKN 1 Gunung Timang Memasuki Babak Baru

Akibat kejadian tersebut pihak perusahaan mengalami kerugian Rp. 3.852.009.

“Ketiga pelaku kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dimalam hari dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkas lelaki yang ramah itu. (budi).