Sampirang-1 di 2020, Prioritaskan Pembangunan Jalan Usaha Tani

oleh -46 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Perbaikan dan pembangunan ruas Jalan Usaha Tani (JUT), menjadi prioritas program Pemkab Barito Utara (Barut), tak terkecuali bagi Pemerintahan Desa Sampirang-1 Kecamatan Teweh Timur.

Pemdes Sampirang-1 bahkan akan membangun jalan menunjang kegiatan usaha kelompok tani setempat dengan panjang kurang lebih enam kilometer (KM). JUT ini nantinya dibangun dari simpang Srikandi tempus ke Trans Mampuak.

“Desa Sampirang-1 atau populer disebut Desa Batu Sarau, mayoritas masyarakat berprofesi petani. Mendukung usaha warga, kami bangun jalan usaha tani atau JUT,” kata Pj Kades Sampirang-1, Abdul Tholib, Senin (2/3/2020).

Baca Juga :   Peduli Korban Kebakaran, Tim Relawan Buka Posko Donasi

Menurut Tholib, program sudah dibahas bersama Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD), tokoh masyarakat dan para petani. Rencana itu direalisasikan di anggaran desa 2020, sangat antusias direspon masyarakat Sampirang-1.

Bentuk dukungan ditunjukan warga dengan mengijinkan lahannya digunakan untuk membangun jalan tersebut. Sehingga dalam pelaksanaan nanti, Pj Kades Sampirang-1 yakin, realisasi berjalan lancar dan cepat.

“Saat ini para petani hanya menggunakan jalan setapak, sulit dilewati kendaraan dan fasilitas pertanian. Selain sempit, kondisi jalan tanah juga berlobang dan rusak. Itu yang kita benahi, sehingga jalan usaha tani layak dilintasi,” jelas Tholib.

Baca Juga :   Turnamen Bola Voli Open PWI Batara Cup 2021, 36 Tim Voli Ikuti Technical Meeting

Dilain pihak, Desa Sampirang-1, Kecamatan Teweh Timur, belakangan ini memang lagi viral setelah mantan kadesnya, Musmuliadi, ditetapkan sebagai DPO oleh kejaksaan terkait kasus korupsi dana desa.

Musmuliadi, menghilang diduga melarikan diri, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp 600 juta lebih.

Beruntungnya, kasus itu tak menyurutkan niat membangun Kaur Pemdes setempat. Selain jalan usaha tani, juga diprogramkan di 2020 pembangunan sarana air bersih.

Bahkan Pemdes Sampirang-1 telah menyiapkan lahan untuk pembangunan baru gedung sekolah dasar, dan rumah ibadah umat islam dan nasrani di desa itu.

Baca Juga :   Cari Penyebab Kelangkaan Gas elpiji 3 Kilo Gram, Disdagrin Turunkan Petugas

“Desa Sampirang-1 tadinya berada dipingiran sungai Teweh. Sekarang sudah direlokasi ke daratan. Mendukung pembangunan, kita siapkan lahan,” jelas Tholib.

Memang, sejak permukiman dipindah kedaratan, otomatis murid berkurang karena jarak sekolah jauh. Karena itu pemukiman baru perlu dibangunkan gedung SD baru.

“Lahan sudah siap satu hektar termasuk untuk kantor desa dan gedung sekolah baru. Baru-baru ini legalitas sudah ada, berupa segel lahan,” tegasnya. (Tim)