Sandy Dipukuli Saat  Jalan-Jalan Menanti Sahur

198

TEWENEWS, Sanggata – Malang yang dialami  Arliandi Jossy Sandy (21) sepulang kerja, Sabtu (2/6)  tanpa sebab, dipukuli Fr (18), Yo (18) dan EN (18). Aksi pengeroyokan yang terjadi di Jalan poros Desa Sempayau tepatnya Jembatan Underpas PT GAM ini menyebabkan Arliandi Jossy Sandy alias Sandy, mengalami luka dimulut.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, bersama Kasat Reskim AKP Yuliansyah dan Kapolsek Sangkulirang AKP Syamsu Alam, Minggu (3/6) menerangkan, Sandy sekitar pukul 02.30 WITA bersama Ilham Akbar, melihat 2 unit mobil terparkir di Jalan Poros Sempayau.

Kepada penyidik, timpal Kasat Reskrim Yuliansyah, Andy dan Ilham Akbar mengira kedua mobil mengalami kecelakaan. Namun saat melewati kedua mobil, Ilham sempat diteriaki seraya bertanya mau kemana.

Tidak berapa lama, terang AKP Yuliansyah, kedua warga Sempayau ini balik menuju rumah namun mereka dihadang beberapa orang sehingga Andy menyelamatkan diri ke Desa Sempayau sementara Ilham melarikan diri ke arah penyeberangan GM. “Malangnya Sandy berhasil dikerja dan dipukuli,” jelas AKP Yuliansyah.

Karena lukanya serius, Sandy oleh Mansyur dan Rian dibawa ke Puskesmas sekaligus melapor ke Polsek Sangkulirang. Tak berapa lama, anggota Polsek Sangkulirang dipimpin Kapolsek AKP Syamsu Alam, mendatangi TKP.

“Dari penyelidikan, ditemukan terduga penganiaya Sandy yakni Fr (18), Yo (18) dan EN (18) kesemuanya warga Pinang Dalam Sangatta Utara,” terang Kapolsek Syamsu Alam.

Guna  mempertanggungjawabkan perbuatanya, kini Fr,Yo dan EN diamankan di Polsek Sangkulirang dengan sangkaan melakukan penganiayaan yakni melanggar pasal 170 KUHP. Untuk pemeriksaan, sejumlah barang bukti diamankan diantaranya mobil Nopol KT1131 RN.

“Kasus penganiayaan terhadap Sandy ini sedang didalami apa penyebabnya, termasuk keberadaan ketiga tersangka yang jauh dari tempat tinggalnya,” sebut AKP Syamsu Alam.(Ran/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here