Sasaran Non Fisik TMMD, Warga Desa Cimrutu Terima Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama

oleh -45 views

TEWENEWS, Cilacap – Sasaran Non Fisik mulai diberikan Satgas TMMD kepada masyarakat warga Desa Cimrutu, desa sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II di wilayah Kodim 0703/Cilacap.

Dalam kegiatan ini Satgas TMMD menggandeng Badan Kesbangpol Kabupaten Cilacap untuk memberikan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Cilacap dengan menghadirkan Narasumber KH. Ahmad Shoim, Lc, Ketua FKUB Kabupaten Cilacap. Sosialisasi ini digelar di Aula Balai Desa Cimrutu Kecamatan Patimuan, Rabu (17/7/19).

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kesbangpol Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono, M.Si., Camat Patimuan Drs. Iskandar Zulkarnain, S.STP., M.Si., anggota Satgas TMMD, Kepala Desa Cimrutu Surip Riadi dan diikuti oleh warga Desa Cimrutu.

Sosialisasi dengan tema Peningkatan Toleransi Dalam Keragaman Agama ini disampaikan langsung Ketua FKUB Kabupaten Cilacap KH. Ahmad Shoim, Lc. Dalam sosialisasinya, Ketua FKUB menceritakan tentang konflik yang terjadi dibeberapa negara lain yang menimbulkan perang saudara. Seperti di Suriah, masyarakatnya yang satu agama itu tidak menjamin hidup rukun dan sejahtera terus.

Melihat negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan agama sangat berpotensi timbulnya konflik, namun Alhamdulillah kita harus bersyukur karena bangsa Indonesia dianugerahi Pancasila. Pancasila hingga saat ini adalah konsep yang paling bagus untuk menyatukan berbagai macam suku, bahasa dan agama untuk bisa hidup rukun, hidup beragama dan saling menghargai bahkan hidup bersama untuk mencapai cita-cita yang luhur, ” papar KH. Ahmad Shoim, Lc.

Sementara itu selaku narasumber yang kedua, Kepala Kesbangpol Cilacap Sadmoko Danardono, M.Si., menyampaikan materi tentang Pencegahan Radikalisme dalam upaya menciptakan Kamtibmas. Menyadur penyampaian KH. Ahmad Soim, Sadmoko mengatakan bahwa Pancasila merupakan satu satunya idiologi yang mampu mempersatu keberagaman umat beragama, ras dan suku bangsa.

Menurut Drs Sadmoko, ada tiga idiologi yang akan mengganggu Pancasila yaitu Fundamentalisme Agama,, Liberalisme/Kapitalisme, Komunisme/Sosialisme. Paham-paham seperti ini sering disebut Paham Radikalisme dan paham ini mengancam Idiologi Pancasila. Banyak pihak yang mengaitkan hal ini dengan agama

“Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran agama,” sebutnya.(Totong/Urip)