Satpol PP Poliwali Mandar, Halagi Tugas Wartawan Meliput Acara Karnaval Kebudayaan di Stadion H.S.Mengga

oleh -66 views

TEWENEWS, Polewali Mandar –  Polewali Mandar, Sulawesi Barat, merupakan salah satu kabupaten yang menjadi menjadi pusat perhatian dari kalangan Masyarakat baik dari lintas Provensi, Kabupaten dan bahkan dari lintas Negara. Pasalnya, ajang karnaval Kebudayaan di selenggarakan di Stadion H.S.Mengga berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 7 Agustus 2019 ini.

Kegiatan di ikuti oleh lima Negara di antaranya Equador, Ceko. Timor Leste. Sloakiya, serta Indonesia sendiri sebagai tuan rumah dan Kabupaten Polewai Mandar, yang mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan ajang bergengsi ini.

Ajang festival kebudayaan ini di hadiri serta di buka langsu oleh Gubernur Sulawesi Barat dan ikut hadir pula sejumlah pejabat tertinggi dari Provensi lain. Ajang bergensi yang di tunggu-tunggu ini sangat  memberikan kebanggan bagi Masyarakat Indonesia terkhusus Sulawesi Barat yang sudah menjadi tuan rumah selama empat kali berturut turut bisa mendapat apresiasi dari Gubernur dan Bupati Polewali Mandar selaku Tuan Rumah.

Baca Juga :   Olahraga dan Silaturahmi, Danramil 03/GP Kapten Inf Irwan Triyono Hadiri HBKB Jakarta Barat

Tapi di balik kemegahan serta kemeriahan ajang tersebut ada kisah yang kurang menyenangkan oleh petugas ke amanan yang di berikan kepercayaan untuk menjaga pintu masuk Stadion Hs.Mengga hal itu terbukti dari perlakuan kurang bersahabat kepada wartawan.

Petugas Satpol PP melarang keras beberapa wartawan baik media cetak, online dan bahkan Media Elektronik untuk masuk meliput, alasan dari Satpol PP wartawan harus menggunakan kartu peliputan dari Humas Pemkab Kabupaten Polaman ID CaRD yang di miliki para kulih tinta yang hadir khusus dan bahkan lintas Provensi jauh jauh datang dengan harapan bisa mendapatkan berita besar malahan hanya mendapatkan sikap yang tidak wajar oleh pihak Tuan Rumah.

Anehnya Id card wartawan yang di miliki oleh setiap wartawan yang ingin masuk seolah-olah tidak ada nilainya, dan jelas dari sikap yang di perlihatkan petugas tersebut mencerminkan kalau Satpol PP Kabupaten Polman kurang respek terhadap wartawan.

Hal ini jelas memberikan kesan buruk dan menyalahi UUD pers dengan menghalang halangi tugas wartawan, pantauan di lapangan, bukan hanya wartawan, tamu undagan bahkan tamu penting lainnya yang jauh jauh datang sempat terhalang dengan alasan undagan tidak berstempel panitia.

Baca Juga :   Miris, Dua Oknum Mahasiswa Jadi Bandar Narkoba Diciduk Polisi

Seharusnya Satpol PP bertugas menyambut tamu dengan memberiakan pelayanan yang ramah karena sebagai tuan rumah, namun kenyataan malah sebaliknya malah memberikan wajah cuek saja,

Anehnya lagi salah satu wartawti bertanya dengan santun “Maaf pak jadi kalau kami mau masuk dapat kartunya di mana ? tapi tidak ada satupun dari pihak Satpol PP ini yang beranjak dari balik pintu besi ini mencari atau mendengarkan wartawati seolah-olah di lecehkan.

Baca Juga :   Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Upacara Pembukaan Jambore Satlinmas Ke-II Tingkat Provinsi

Wartawati meminta petunjuk, namun petugas Satpol PP hanya pasang aksi di balik pintu besi meperlihatkan ke kuasaan mereka sambil mengenakan Handaet di telinga/.

Hal ini jelas sekali apa yang di sampaikan pasti tidak di dengar karena sikap yang di pertontonkan oleh tamu yang terhalang untuk masuk ke Ajang festival kebudayaan,  “Harusnya kegiatan ini di liput media dan di beritakan juga harusnya di saksikan masyarakat luas kenapa harus ada pengecualian seperti ini, mengapa harus terlalu kaku menerapkan aturan,” ujar salah satu wartawan dari tipikornews.com, Juamat (2/8/2019)

Acara ini milik Rakyat Indonesia, harus terliput dan di ketahuai oleh orang banyak, ” Panitia kegiatan ada tapi tidak juga berfungsi, tidak ada satupun terlihat di depan pintu Stadiaon HS. Mengga, ini Ajang terbuka atau tertutup,” pungkasnya. (Tim/Titi Kornius)