Satpol PP Sosialisasikan Dan Teguran Larangan Jual Anakan Pada Pedagang Ikan

TEWENEWS, Amuntai – Aparat satpol pp menyesir para pedagang ikan di pasar induk kota amuntai untuk memberikan sosialsiasi dan teguran kepada pedagang yang menjual anak dan bibit ikan atau yang di hulu sungai sering disebut ‘anakan’.

Puluhan personil satuan polisi pamong praja mendatangi lokasi berjualan ikan di pasar induk kota amuntai dan menyesir para pedagang ikan satu persatu dan sempat membikin tegang para pedagang.

Salah satu pedagang Arbayah mengakui semua gugup dan tidak mengetahui jika ada peraturan atau undang-undang yang melarang menjual anak ikan atau anakan.

“Ulun sering menjual anak pepuyu, biasanya kadapapa namun sekalinya di larang pemerintah dan sudah ada aturannnya,” ujar Arbayah seorang pedagang ikan.

Pelaksana petugas kepala satuan polisi pamong praja (satpol pp) dan pemadam kebakaran, Jumadi di amuntai,kamis, mengatakan, menegakan peraturan daerah (perda) sesuai dengan perda nomor 10 tahun 2002 tentang palestarian sumber daya perikanan.

“Kami mensosialisasikan kepada pedagang tentang larangan penjual anak ikan, sekaligus memberikan teguran dan peringatan kepada pedagang yang masih menjualnya,” terang Jumadi.

Baca Juga :   Pakar Hukum Bicara RKUHP, Diskusi HPN

Jumadi terus mengatakan, sidak ke pasar ikan harus dilakukan karena dirinya menerima informasi masih maraknya penjualan anak-anak ikan atau benih ikan di pasaran dan di pemukiman masyarakat.

Pihaknya mengimbau pedagang untuk menghentikan mengambil benih anak ikan di perairan guna menjaga kelangsungan hidup beberapa jenis ikan, di mana ikan kecil adalah makanan bagi ikan-ikan yang besar.

“Kalau ikan kecil tidak ada ada maka ikan juga tidak besar makan karena akan mati,” jelas Jumadi.

Sosialisai dan imbau terus dilaksanakan secara intens dan berkala setiap harinya oleh anggota satpol pp ke pasar-pasar yang ada di seluruh kabupaten HSU.

Pada hari itu tercatat sebanyak ada 16 orang pedagang anak ikan diberi penjelasan oleh petugas satpol pp jika lain waktu masih dijumpai mereka menjual anak ikan, maka kemungkinan diberikan teguran kedua hingga sanksi.(Sofyan Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: