Sawit Tanpa Label dari PT. SAL, Ternyata Arahan Mantan Kadis Pertanian

oleh -475 views
Ketua Koperasi Solai Bersama Desa Pandran Permai, Kusmen.

TEWENEWS, Muara Teweh – Terbengkalainya Program Peremajaan Sawit (PSR) di Desa Pandran Permai, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, kini mulai terkuak ke publik.

Petani yang awalnya hanya menjerit dalam hati kini mulai bernyanyi untuk meminta agar program ini segera diselesaikan.

Sejak awal persoalan ini terbuka ke publik, nama mantan kepala dinas pertanian Barito Utara, sering disebut.

Mencuatnya nama Mantan Kadis disebutkan oleh ketua koperasi Soloi Bersama, Kusmen terkait dengan pengadaan bibit dari salah satu perusahaan kelapa sawit di Barito Utara yakni PT SAL yang diduga tanpa tanda tangan kontrak perubahan.

Baca Juga :   40 Petani Sawit di Pandran Permai Diperiksa, Kejari Barut: Tersangka Pasti Ada

“Penyediaan bibit dari PT SAL itu kebijakan Kadis Pertanian yang dulu, pak Budi,” ujar Kusmen, di Kediamannya, Senin ( 22/11).

Saat ditanyakan, apakah waktu mengadakan bibit dari PT SAL terdapat kontrak perubahan dalam pengadaan bibit tersebut, Kusmen mengatakan tidak ada dan itu menjadi urusan dari Kadis Pertanian saat itu.

“Untuk kontrak perubahan itu tidak ada. Itu yang lebih tahu pak Budi, karena beliau yang mengambil kebijakan mendatangkan bibit dari PT SAL,” ujar Kusmen.

Koperasi Solai Bersama hanya menerima bibit dari PT.SAL, yang saat itu kebijakan langsung diambil oleh kepala dinas untuk mengatasi masalah urgensi, karena didesak oleh anggota kelompok tani.

Baca Juga :   Momen HPN ke-75, PWI Barito Utara Terus Bergerak Salurkan Bantuan ke Warga

“Kami melakukan pembelian bibit sawit ke PT SAL atas arahan dan sudah melakukan koordinasi ke Dinas Pertanian, harga per bibit Rp 48 ribu, pembelian waktu itu sebanyak kurang lebih 8 ribuan bibit,” ujar Kusmen.

Jadi kami hanya menerima dan membayar bibit, untuk proses pembelian saya tidak tahu, posisi kami dengan harga itu menerima bibit di lokasi yang telah ditentukan.

“Karena keterlambatan bibit, saya sampai di kejar pakai parang oleh kelompok tani yang meminta saya segera menyediakan bibit sawit, karena lahan milik tiga kelompok terbengkalai tidak ada bibit untuk ditanami,” ucapnya.

Baca Juga :   Akhir Tahun Ini, Ratusan Pedagang yang Terdata akan Tempati Pasar Pendopo

Terpisah Kepala bidang perkebunan Dinas Pertanian Barito Utara H. Pihalson, SP mengatakan bahwa kebijakan pembelian bibit sawit ke PT.SAL oleh Koperasi Solai bersama atas arahan pimpinan, karena keadaan mendesak.

“Ini kebijakan Kadis untuk mengatasi keadaan yang urgensi,” katanya.

Mengingat namanya sering disebut, awak media mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada mantan Kadis tersebut sejak hari Kamis 4 November dan Jumat 5 November 2021. Namun saat dihubungi dan juga mendatangi rumahnya, belum mendapatkan jawaban. (Tim)