Sebelum Diterbitkan, Buku Sejarah Suku Dayak Maanyan dan Barito Timur Diuji Publik

oleh -243 views

TEWENEWS, Barito Timur – Sebelum diterbitkannya buku “Sejarah Suku Dayak Maanyan dan Barito Timur”, Yandi sebagai penulis buku tersebut melakukan diakusi dan uji publik dengan mengundang tokoh yang banyak mengetahui tentang Dayak Maanyan dan terbentuknya Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, di Tamiang Layang, Minggu 14 Agustus 2022.

Yandi selaku penulis buku menjelaskan tujuan pemisah buku tersebut karena saat ini memang belum ada buku yang menjelaskan atau menceritakan tentang sejarah suku Dayak Maanyan dan berdirinya Kabupaten Barito Timur.

“Saya berharap dengan terbitnya buku ini nanti dapat menjadi buku yang menjelaskan tentang sejarah Dayak Maanyan dan Barito Timur”, jelas Yandi.

Sehingga nantinya dapat diketahui semu kalangan, terlebih anak muda, terlebih lagi yang mempunyai darah Dayak Maanyan serta warga Barito Timur, tambahnya.

Dirinya juga berharap buku tersebut nantinya bisa menjadi murah lokal untuk SMP dan SMA yang ada di Barito Timur, sehingga memberikan wawasan bagi anak muda di Barito Timur.

“Tentu saja buku ini masih ada kekurangan, oleh karena itu kita mengadakan diskusi dan uji publik, untuk koreksi, perbaikan dan menambahkan kekurangannya, “papar Yandi.

Hadir pada kegiatan tersebut tokoh Barito Timur, T. Badowo, Marinus, Badi R Udek dan Setiawan sebagi penguji.

Badowo yang juga salah satu pendiri Barito Timur menyampaikan langsung penjelasan dan masukan baik mengenai sejarah Dayak Maanyan, maupun keterlibatannya dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Barito Timur.

“Saya sangat mendukung penulisan buku ini, makanya saya memberikan bahan kepada Yandi untuk tambahan maupun masukan dalam penulisan bukunya”, tutur Badowo.

Kami sebagai pendiri Barito Timur tidak gila hormat dan minta dihargai, namun harapan kita bersama tentunya agar Barito Timur yang sekarang sudah berusia 20 bisa semakin maju, tambahnya.

Dengan terbitnya buku Sejarah Suku Dayak Maanyan dan Barito Timur nantinya akan menjadi buku yang menjadi referensi yang tepat, karena sejauh ini memang belum ada buku yang menulis tentang Sejarah Suku Dayak Maanyan dan Barito Timur, pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)