Sejumlah Warga Luluh Menyepakati Membebaskan Lahan Dijadikan Proyek Jembatan Ploso

oleh -188 views

TEWENEWS, Jombang – Molornya pembangunan jembatan Ploso, ditengarai karena beberapa warga masih enggan melepas tanahnya untuk dijadikan jembatan baru ploso tersebut, akibatnya proses pembebasan lahan proyek jembatan baru Ploso sisi utara belum juga tuntas.

Sekedar informasi, Tim pembebasan lahan dari Pemprov Jatim tengah berusaha mengambil langkah percepatan. Salah satunya, penyelesaian enam bidang milik warga.

Kades Rejoagung Imam Supii, saat kami temui di kantornya, membenarkan perihal sejumlah bidang milik warga yang belum tersentuh tim aprraisal.

”Memang ada beberapa warga yang punya pendirian tidak mau melepas lahan, sehingga informasinya sampai sekarang juga belum dilakukan pengukuran ataupun aprraisal. Tapi selama ini, setiap ada sosialisasi selalu kami undang,” bebernya.

Baca Juga :   Beberapa Perwakilan Mahasiswa Datanggi SMKN-1 Muara Teweh, Ada Apa ?

Sebagai aparatur desa, ia tidak bisa terlalu jauh mengintervensi warga untuk segera melepas lahan yang terdampak pembangunan jembatan baru Ploso. ”Saya tidak bisa terlalu jauh masuk ke warga, kewenangan desa sebatas memfasilitasi pihak terkait,” jelas Imam.

Berbeda dengan kebanyakan warga terdampak lainnya, meski sempat terjadi tarik ulur panjang, belakangan mereka mulai melunak dengan mulai melepas lahan.

Baca Juga :   Pangdam Jaya Meninjau Kegiatan Serbuan Vaksinasi Faskes RS Tingkat II Moch. Ridwan Meuraksa

”Mungkin sudah ada titik temu berkaitan dengan nilai ganti rugi saya kurang tahu, tapi informasinya beberapa sudah mau dilepas, bahkan kalau tidak salah sudah dilakukan pembayaran.

Udin salah satu perwakilan tim pembebasan lahan dari Bina Marga Provinsi, saat kami konfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan, ” Salah satu fokus kita penyelesaian enam bidang milik warga yang sampai sekarang belum keluar peta bidangnya, sehingga belum bisa dilakukan aprraisal,” bebernya, Jum’at (1/2/2019).

Baca Juga :   Polsek Kota Besi sempatkan sidak di pelayanan publik kecamatan Kota Besi

Sebagai langkah awal, ia mempersiapkan berkas permohonan pengukuran ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jombang untuk percepatan pembebasan enam bidang tanah warga tersebut.

Saat disinggung target pembebasan lahan, pihaknya akan berusaha secepatnya. ”Selambat-lambatnya kita target semester 1 sudah tuntas semua,” tegasnya.

Begitu juga saat ditanyakan progres pembebasan lahan milik PT KAI, ia menyebut prosesnya relatif lebih mudah. ”Kalau itu tinggal dibicarakan masing-masing kementerian, saya pikir bisa kler,” bebernya lagi, ” pungkasnya. (Joko.s)