Selama Lima Bulan, 60 Pencaker di Barut Ikuti Program Pemagangan di 11 Perusahaan

oleh -139 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Sebanyak 60 orang pencari kerja (Pencaker) di Kabupaten Barito Utara (Barut) mengikuti program pemagangan dalam negeri selama 5 bulan di 11 perusahaan daerah dan swasta dengan 2 (dua) jurusan yaitu jurusan administrasi perkantoran dan mekanik.

Program pemagangan itu berlangsung selama 5 (lima) bulan kedepan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara dengan anggaran biaya dari dana Dekonsentrasi APBN Provinsi Kalimantan Tengah.

“Program pemagangan dalam negeri tahun 2022 ini merupakan upaya untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten dan siap kerja, sehingga dapat meminimalisir kesenjangan kompetensi antara tenaga kerja yang dihasilkan oleh lembaga pendidik dan pelatihan vokasi dengan kualifikasi kompetensi tenaga kerja yang di butuhkan industry,” kata Kadis Nakertranskop UKM Barito Utara M Mastur, Kamis (16/6/2022) di Muara Teweh.

Dikatakan Mastur keberhasilan program pemagangan sangat di tentukan oleh kolaborasi dari berbagai pihak, antara lain pemerintah pusat dan daerah, pihak industry serta masyarakat. Keterlibatan semua pihak harus di tingkatkan dalam upaya percepatan SDM Indonesia khususnya Kabupaten Barito Utara dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai SDM unggul, Indonesia Bisa.

Dijelaskan mantan Camat Teweh Tengah ini, program pemagangan dapat diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu dan langsung dibawah bimbingan dan pengawasan karyawan yang lebih berpengalaman di perusahaan.

“Program pemagangan ini bertujuan untuk menjadikan calon tenaga kerja untuk menguasai keterampilan atau keahlian khusus serta siap pakai,” kata M Mastur.

Lebih lanjut Mastur, meningkatnya jumlah pengangguran yang sebagian besar diantaranya adalah tenaga kerja dengan tingkat pendidikan dan ketrampilan yang rendah seolah-olah menjadi momok bagi pemerintah daerah Kabupaten Barito Utara.

Ditambah lagi 2 (dua) tahun terakhir ini Indonesia dilanda pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian masyarakat melemah di akibatkan PHK dan usaha masyarakat banyak yang gulung tikar.

Oleh sebab itu jelasnya lagi diperlukan perhatian dan kerjasama yang serius dari pemerintah dengan perusahaan daerah maupun swasta untuk dapat menyelenggarakan pelatihan kerja untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktifitas dan kesejahteraan tenaga kerja beserta keluarganya sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Peningkatan kesejahteraan melalui penciptaan dan perluasan kerja dapat terus dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas SDM yang ada di Barito Utara, sehingga daya saing industry terus meningkat meningkat.

“Melalui pemagangan dalam negeri ini, dapat membangun etika kerja, serta perilaku sopan santun dengan pegawai ditempat kerja, ditambah kemampuan komunikasi anda selaku peserta pemagangan akan meningkat karena secara otomatis semua bergaul dengan orang-orang berjiwa professional sehingga komunikasi anda pun berkembang secara professional,” imbuhnya.

Menurutnya peningkatan kemampuan dan kualitas kerja merupakan salah satu unsur penting dalam dunia kerja, terlebih ditengah-tengah persaingan globalisasi yang menuntut sumber daya manusia di daerah khususnya Barito Utara untuk terus berpacu meningkatkan kualitas diri untuk menjadi tenaga kerja siap pakai.

Dijelaskannya, banyak keuntungan yang diperoleh ketika mengikuti pemagangan. Diantaranya membangun jiwa yang disiplin, serta meningkatkan keterampilan khusus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industry, karena dalam pemagangan para peserta mendapatkan pengalaman yang sifatnya langsung berupa kompetensi.

“Seperti yang dilaksanakan pada saat ini, sesuai dengan yang di butuhkan pihak perusahaan yaitu administrasi perkantoran dan mekanik. Pemagangan ini dilaksanakan selama 5 (lima) bulan,” pungkasnya.

Adapun ke 11 perusahaan yang bekerjasama menerima pemagangan dalam negeri yaitu, PT KTC Coal Mining, PT SMM, PT Pada Idi, PT MME, PT Joloy Mosak, PT Kalimas Kharisma, PT UNERICH, PT Trust, Kantor Pos Indonesia, PDAM Muara Teweh, dan PT Bimal.
(AP/Tim)