Sengketa Lahan dengan PT KSS di Kapuas Barat, Masyakarat Pasang Hinting Pali

oleh -686 views

TEWENEWS, Kuala Kapuas – Upaya penyelesaian Konflik dan sengketa lahan antara perusahaan PT Kapuas Sawit Sejahtera(PT KSS) yang berada di Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas dan warga masyarakat di 4 desa dan 1 kelurahan belum menemui titik temu.

Upaya mediasi sudah sering dilakukan namun selalu menemui jalan buntu dan pihak perusahaan tidak mau hadir, maka dari itu masyarakat akhirnya mengambil langkah yaitu memasang Hinting Pali pada Jumat (7/5/2021) di Kelurahan Mandomai yang masuk areal PT KSS.

Pemasangan Hinting Pali adalah upacara adat Dayak dari dulu untuk menghindari sesuatu yg tidak di inginkan antara dua belah pihak ,pemasangan hinting pali untuk mencari sulosi memasang atau menutup jalan agar tidak ada aktifitas perusahaan di areal lahan sengketa.

Pimpinan dan manajemen PT KSS yang diundang jauh hari untuk mencari solusi sengketa lahan inipun tidak bisa hadir karena alasan pergi ke Kuala Kapuas.

Baca Juga :   Polsek Selat Terus Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 Gunakan Spanduk Di Tengah Masyarakat

Sebelum pemasangan Hinting Pali sempat terjadi sedikit ketegangan antara beberapa orang yang mengaku dari pihak perusahaan untuk menghalang halangi masyarakat pemilik lahan dan tokoh adat untuk pemasangan Hinting Pali tersebut, sempat terjadi diskusi.

Pihak kepolisian Polres Kapuas (Polsek Kapuas Barat) bersama TNI turun mengamankan lokasi agar tidak terjadi konflik antar kedua kubu, namun akhirnya Hinting Pali bisa dipasang.

Upacara adat dengan menyembelih dua ekor ayam serta satu ekor babi itu dipimpin oleh tokoh adat Dayak dari MAKI (Majelis Agama Kaharingan Indonesia) Kalteng yang menugas kan Basit readi untuk melakukan acara ritual pemasangan hinting palli bersama Perpedayak diikuti oleh delapan orang Demang Kepala adat dari beberapa kecamatan sekitar Kapuas.

Juru bicara masyarakat pemilik lahan kapendi seusai pemasangan Hinting Pali mengatakan bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah lama. masyarakat pemilik lahan yg mengklaim ke p Karperusahaan adalah masyarakat yang sudah ada bukti surat tanahnya seperti sertifikat, segel dan SKT yang dipegang oleh masyarakatnya itu tidak ada penyelesaian dari pihak perusahaan.

Baca Juga :   Cegah Karhutla , Polsek Kapuas Timur Ingatkan Terus Warganya Melalui Maklumat

Dijelaskan Kapendi, pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan surat ke manajemen perusahaan tetapi sampai saat ini belum ada kepastian untuk penyelesaian, maka dari itulah dia bersama perwakilan masyarakat melaksanakan musyawarah mufakat meminta agar memasang Hinting Pali.

“Karena kemarin kami juga sudah memasang Hinting namun ada oknum kecamatan yang melewati Balai Hindu Karingan membuka secara sepihak karena tidak ada konfirmasi pada kami tokoh masyarakat maupun Mantir adat,” Tandas kapendi.

Dari situlah kami menindaklanjuti usulan masyarakat Untuk mengadakan Hinting kembali dengan cara koordinasi dengan pihak MAKI.

Baca Juga :   Ungkap Spesialis Curanmor, Polisi Bekuk 6 Pelaku Dua diantaranya Dilumpuhkan Timah Panas

Hinting Pali ini dipasang untuk menyelesaikan masalah. Jika belum ada penyelesaian dari pihak perusahaan dengan masyarakat maka Hinting tidak bisa dilepas.

“Masalahnya adalah lahan masyarakat yang di daerah itu tidak ada penyelesaiannya , dari awal masyarakat meminta untuk penyelesaian kepada perusahaan tapi selalu ditunda-tunda. Lahan yang digarap oleh perusahaan ini kurang lebih seluas 3500 hektar,” bebernya.

Adapun lahan masyarakat itu lanjut kapendi berada di desa Anjir kelampan,Pantai, Teluk Hiri, Penda Katapi dan kelurahan Mandomai. Luasannya secara keseluruhan sekitar 600-700 hektar yang bersengketa. mereka memiliki surat menyurat bahkan ada yang memegang sertifikat.

“Untuk itulah hari ini kami meminta kepada Perpedayak dan Maki untuk membantu pemasangan hinting Pali ini.” Pungkasnya.

Sementara itu manajemen PT KSS yang coba dikonfirmasi terkait permasalahan ini melalui pesan WhatsApp belum memberikan jawaban.(yan/kan)